EmitenNews.com - Emiten debutan IPO 2026, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) membukukan lonjakan penjualan bersih sebesar 324,56 persen menjadi Rp65,34 miliar pada semester I 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, perseroan berhasil memangkas rugi bersih 36,44 persen menjadi Rp29,95 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, EMMI juga masih dibayangi beban pokok penjualan yang membengkak. Jumlahnya naik 386,83 persen dari Rp8,05 miliar di tahun 2025 menjadi Rp39,19 miliar pada semester I 2026.

Penyusutan rugi bersih juga diiringi rugi per saham dasar yang sedikit membaik. Rugi per saham dasar pada semester I 2026 sebesar Rp26,77 per helainya dibanding sebelumnya rugi Rp78,96 per helai saham.

Menilik arus kas aktivitas operasi, pembayaran ke pemasok dan pihak ketiga menjadi salah satu tekanan terbesar mencapai Rp78,33 miliar. Meski begitu, jumlah itu turun 64,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp223,17 miliar. Sayangnya, penurunan itu juga diiringi menurunya penerimaan kas dari pelanggan menajdi Rp83,61 miliar dari Rp155,02 miliar.

Alhasil, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi masih mencatat defisit Rp52,14 miliar, kendati turun 47,22 persen dari Rp98,79 miliar.

Sedangkan dari sisi arus kas investasi, EMMI mencetak defisit Rp2,36 miliar, turun 84 persen dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,75 miliar.

Lalu arus kas untuk aktivitas pendanaan, tercatat positif karena terdapat pencairan setara kas yang dibatasi penggunaannya. Arus kas neto aktivitas pendanaan ditutup di posisi Rp33,51 miliar, turun 34,89 persen dibanding sebelumnya Rp51,47 miliar.

Hingga semester I 2026, EMMI membukukan kas dan bank akhir tahun sebesar Rp10,93 miliar.

Tak hanya dari sisi profitabilitas, penurunan juga terjadi pada neraca EMMI. Di mana jumlah aset yang dibukukan sebesar Rp483,18 miliar pada semester I 2026, turun 14,40 dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp564,43 miliar. Liabilitas dan ekuitas, masing-masing mengalami penurunan sebesar Rp370,82 miliar dan Rp112,35 miliar.

Pada perdagangan intraday Kamis (30/7), saham EMMI terpantau menguat 3,92 persen atau naik 16 poin ke level Rp424. Namun, sejak listing di Bursa, saham EMMI justru terus merosot 9,79 persen atau turun 46 poin.