EmitenNews.com - Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Airlangga, Imron Mawardi, memberikan penilaian positif atas kontribusi signifikan Pertamina dalam pencapaian target lifting minyak nasional. Capaian itu tertuang dalam APBN 2025 sejumlah 605.000 barel per hari (bph) yang berhasil ditembus.

Menurut Imron, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas itu sangat besar, karena perusahaan itu menguasai sebagian besar produksi minyak dalam negeri.

Fakta bahwa enam perusahaan kontributor lifting terbesar merupakan anak usaha Pertamina semakin menguatkan posisinya. Keenam perusahaan itu adalah PT Pertamina EP Cepu (pengelola Blok Cepu), PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, dan PT Pertamina Hulu Energi OSES.

“Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah bagus. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina,” ujar Imron melalui keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Dengan produksi dalam negeri yang meningkat, impor minyak mentah untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang mencapai sekitar satu juta barel per hari bisa ditekan.

“Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan impor minyak kita terus menurun,” katanya.

Lebih dari sekadar kontribusi di sektor energi, Imron menjelaskan bahwa industri migas yang dikuasai Pertamina memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian.

Sektor ini memiliki keterkaitan (linkage) yang panjang, terutama forward linkage, sehingga mampu menggerakkan berbagai sektor industri lainnya. Kontribusi tidak hanya berasal dari pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen, tetapi juga dari aktivitas ekonomi turunannya.

Pencapaian target lifting minyak nasional ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto. Djoko menyatakan bahwa target dalam APBN

2025 tersebut resmi tercapai berkat upaya masif di tengah dinamika dan tantangan industri hulu migas sepanjang tahun.

“Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 605. Nah alhamdulillah, alhamdulillah 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605 alhamdulillah,” ujarnya.

Pencapaian itu menjadi momentum penting dalam upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat fondasi ketahanan energi ke depan.(*)