Entitas WIFI dan NTT East , IJE Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 T
:
0
Kiri-kanan: Johannes Johannes (Senior Adviser IJE), Shannedy Ong (Investor Relations IJE / Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk), Yune Marketatmo (Komisaris Utama IJE), Hermansjah Haryono (Direktur Utama IJE), Moh Mustagfirin (Direktur IJE), Erwin Tanjung (Direktur IJE), dan Gavin Yusuf (Direktur, Capital Market & Advisory di PT RHB Sekuritas Indonesia). DOK/IJE
EmitenNews.com -PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) ,anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge akan menerbitkan Obligasi II dan Sukuk Ijarah I Tahun 2025 dengan nilai penawaran masing-masing maksimal Rp1,25 triliun, sehingga total emisi mencapai Rp2,5 triliun.
Instrumen utang ini ditawarkan dalam dua seri, yakni:
Seri A, bertenor 370 hari, dengan kisaran kupon antara 9,50% - 10,25%
Seri B, bertenor 3 tahun, dengan kisaran kupon antara 10,75% - 11,50%
Penerbitan dilakukan tanpa jaminan (clean basis) dan seluruh dana hasil penawaran akan digunakan untuk refinancing, belanja modal (capex), serta modal kerja.
President Director PT Integrasi Jaringan Ekosistem, Hermansjah Haryono, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi dan diversifikasi pembiayaan terencana.
“Penerbitan obligasi dan sukuk ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memperkuat struktur pendanaan dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Kami percaya pasar merespons positif karena fundamental kami yang kuat dan kebutuhan konektivitas digital nasional yang cepat dan terjangkau terus meningkat,” ujar Hermansjah dalam acara Public Expose di Jakarta, Senin (16/6/2025).
Obligasi dan sukuk tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 9 Juli 2025.
Adapun untuk proses book building berlangsung mulai 13 hingga 25 Juni 2025, dengan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan pada 30 Juni 2025. Penawaran umum dijadwalkan pada 2 – 3 Juli 2025, dan distribusi instrumen akan dilakukan pada 8 Juli 2025.
Weave juga menggandeng 8 perusahaan sekuritas sebagai Joint-Lead Underwriters (JLU), yaitu RHB Sekuritas Indonesia, Bahana Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Ciptadana Sekuritas Asia, KB Valbury Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan UOB KayHian Sekuritas.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





