EmitenNews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melihat ada indikasi kesalahan dalam penempatan investasi atau korupsi pada dana pensiun (dapen) BUMN, yang nilainya mencapai Rp9,5 triliun. Hal tersebut diungkapkannya setelah dirinya menerima hasil audit.
"Dapen BUMN kemarin sudah, sudah ada deadline (audit), pengelolaannya dikonsolidasi Rp9,5 triliun, yang terindikasi ada salah investasi atau korupsi," kata dia, dikutip Jumat, (26/5).
Dia bilang, sudah mengambil tindakan terhadap kasus tersebut. Namun, kata dia, tak semua dapen BUMN terindikasi korupsi.
Sementara yang terindikasi korupsi sudah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Erick mengatakan dibutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menyehatkan dapen BUMN.
“Itu kita dorong 3-5 tahun transisi penyehatan. Seperti juga Jiwasraya kan perlu 2-3 tahun, yang penting rule of the game-nya benar,” ucap Erick.
Salah satu kasus yang diungkapkan Kejagung adalah korupsi Dapen Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Penyidik Jampidsus Kejagung menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut.
"Korupsi itu tentu yang korupsi, kemarin sudah diambil tindakan,” ujarnya.
Related News
Masih Berkisar di Rp17 Ribu, Pengamat: Rupiah Berpotensi Masih Melemah
Dua Tahun Terakhir Terjadi Gap Produksi dan Penjualan Kendaraan Niaga
Pemerintah Godok Tahapan Implementasi Mandatori Biofuel
ESDM Proyeksikan Hingga 2032 Harga Tembaga Akan Terus Naik
Geopolitik Memanas, Ekonomi RI Sampai Kuartal I Masih Resilien
Harga Emas Antam Balik Turun Goban





