EmitenNews.com - Bertolak belakang dengan Indonesia yang mengalami defisit sebesar USD 4,0 miliar, Singapura pada kuartal pertama 2026 kembali mencatat surplus neraca transaksi berjalan sebesar SGD 41,09 miliar. Angka ini melebar dibanding surplus pada kuartal pertama tahun sebelumnya sebesar SGD 32,72 miliar.

Catatan surplus transaksi berjalan Singapura ini menandai surplus terbesar yang pernah tercatat sejak data seri dimulai pada tahun 1986, karena surplus neraca barang melonjak menjadi SGD 58,22 miliar dari SGD 48,93 miliar setahun sebelumnya di tengah lonjakan ekspor.

Sementara itu, surplus neraca jasa menyempit menjadi SGD 10,95 miliar dari SGD 11,94 miliar. Selain itu, defisit pendapatan primer sedikit menurun menjadi SGD 23,98 miliar dari SGD 24,13 miliar pada periode yang sama.

Di sisi lain, defisit pendapatan sekunder sedikit meningkat menjadi SGD 4,09 miliar dari SGD 4,02 miliar. Tahun lalu, negara ini mencatatkan surplus neraca transaksi berjalan sebesar SGD 131,96 miliar, sedikit melebar dari SGD 131,67 miliar pada tahun 2024.(*)