EmitenNews.com - ESSA Industries Indonesia (ESSA), emiten bergerak sektor energi dan kimia melalui bisnis kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas), dan produksi amoniak, membagi dividen tunai Rp895,8 miliar. Alokasi dividen itu, diambil 125,59 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025.

Ya, tahun lalu ESSA mengemas laba bersih senilai USD40,29 juta setara Rp713,15 miliar dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (USD). Lalu, sisanya sekitar Rp182,65 miliar diambil dari sebagian saldo laba 2025. Dengan demikian, para investor akan mendapat jatah dividen Rp52 per lembar. 

Berdasar data penutupan perdagangan saham perseroan edisi Kamis, 18 Juni 2026 di level Rp650, maka ESSA menawarkan dividend yield 8 persen. Keputusan itu, telah dipatenkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan tahun buku 2025 hari ini, Kamis, 18 Juni 2026.

Keputusan itu, mencerminkan komitmen ESSA untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis jangka panjang, dan pengembalian nilai kepada pemegang saham. Sekaligus menegaskan komitmen dalam memberi nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen selama lima tahun berturut-turut.

Kebijakan pembagian dividen itu, bersandar pada laporan keuangan per 31 December 2025. Ya, sepanjang tahun lalu, emiten asuhan Boy Thohir tersebut mengemas laba bersih USD40,29 juta. Saldo dengan alokasi penggunaan belum ditentukan USD281,92 juta. Total ekuitas USD583,64 juta. (*)