Evaluasi Papan Akselerasi BEI: 3 Saham Masuk, MGLV–PACK Rajai Indeks
:
0
Ilustrasi deretan saham tertampil di layar monitor Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis hasil evaluasi indeks minor periode 1 September 2026 s.d. 27 November 2026. Indeks ABX yang mewakili saham Papan Akselerasi kedatangan 3 penghuni baru, sekaligus beberapa saham ternama yang langsung jadi pemuncak bobot indeks.
Papan Akselerasi (ABX) sendiri adalah papan pencatatan khusus di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perusahaan tercatat yang memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar, atau skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00160/BEI.POP/08-2026 yang terbit pada Senin (24/8/2026), 3 saham baru yang masuk indeks ABX (Acceleration Board Index/Papan Akselerasi) adalah:
1. PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) - bergerak di bidang industri nonwoven/tekstil
2. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) - bergerak di industri manufaktur ban kendaraan
3. PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) - pengelola sarana pendidikan/sekolah
Merujuk data yang dipaparkan Pande Made Kusuma Ari A. selaku Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan dan Heidy Ruswita Sari selaku Pjs. Kepala Divisi Riset BEI pada pengumuman yang terbit Senin (24/8/2026), FLMC tercatat dengan rasio free float 49,64% dan langsung mengantongi bobot 0,52% pasca evaluasi.
Sementara KING dengan free float 20,09% memiliki bobot paling besar di antara pendatang baru, yakni 2,37%.
MSIE juga baru masuk dengan free float 24,49% dan bobot 0,58%. Ketiganya berstatus "Baru" di kolom keterangan.
Selain pendatang baru, beberapa saham big cap di ABX justru mengalami penurunan bobot. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), bobotnya turun ke 15,00% dari sebelumnya 24,81%.
Related News
BEI Tetapkan ARB 7 Persen
BEI Tegaskan Fundamental dan Integritas Pasar Ditengah Dinamika MSCI
31 Emiten HSC Berpotensi Ditindakpidanakan OJK hingga Polri
Ubah Status, OJK Setujui Merger 117 jadi 33 BPR-BPRS
Gaduh Standalone Market, Investor Perhatikan ini
OJK-DPR-Polri-Danantara di BEI Singgung MSCI, Denda Rp2,1T & Bareskrim





