FOLK Rancang Private Placement 394,81 Juta Lembar, Simak Tujuannya
Pengurus Multi Garam menerima tanda mata dari Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Multi Garam Utama (FOLK) bakal menggeber private placement 394.814.146 helai alias 394,81 juta lembar. Penerbitan saham baru tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp20. Pengeluaran saham anyar itu, maksimum 10 persen dari jumlah saham disetor dan ditempatkan perseroan.
Berdasar skenario, dana hasil private placement untuk sejumlah keperluan. Yaitu, pengembangan usaha melalui investasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan atau entitas usaha ke depan. Lalu, untuk kebutuhan modal kerja, dan kegiatan umum usaha perseroan atau entitas usaha alias general corporate purposes.
Pelaksanaan private placcement untuk memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham publik. Tindakan itu, sangat penting dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan posisi keuangan perseroan. Perseroan berharap mendapat alternatif sumber pendanaan untuk kepentingan bisnis/kegiatan usaha dan/atau anak usaha.
Setelah private placement beres, jumlah aset akan meningkat sebesar 8,86 persen, dan jumlah ekuitas juga akan menanjak 10,04 persen dari dana pelaksanaan private placement. Kemudian, pemegang saham perseroan tidak berpartisipasi dalam aksi itu, akan terkena risiko penurunan (dilusi) kepemilikan saham maksimal 9,09 persen.
Seluruh hajatan itu, akan dipentaskan setelah mendapat restu dari para investor. Izin tersebut akan diminta dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Jumat, 12 Desember 2025 pukul 10.00 WIB. (*)
Related News
Transformasi! Strategi Jababeka (KIJA) Hadapi Deindustrialisasi
Lala Market 2026, Bank Raya Dukung Digitalisasi Perbankan Brand Lokal
Agung Sedayu Lepas 52 Juta Saham CBDK, Jual di Harga 5.200-5.350
Pengendali Baru Caplok 98,7 Persen Saham SGRO, Free Float Aman?
KIJA Deklarasi Wisata Industri Pertama RI, Target Prapenjualan Rp3,75T
Komut GULA Irsyad Hanif Borong 18 Juta Saham, Kepemilikan 7,05 Persen





