EmitenNews.com - PT Futura Energy Global Tbk (FUTR) mengemas penurunan pendapatan di paruh pertama 2026. Terlihat di laporan keuangan konsolidasian FUTR per 30 Juni 2026, pendapatan anjlok 69,11 persen menjadi RP6,72 miliar dari Rp21,75 miliar periode sama tahun lalu.

Laba bruto FUTR tergerus 83,77 persen yoy menjadi Rp1,39 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi pun bengkak 69,56 persen menjadi Rp8,41 miliar. Karena itu, FUTR harus ikhlas membukukan rugi usaha sebesar Rp6,98 miliar, berbalik dari posisi laba di tahun lalu sebesar Rp3,63 miliar.

Adapun rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp6,91 miliar, berbalik dari laba tahun lalu mencapai Rp3,70 miliar. Itu juga membuat rugi per saham jadi terperosok menjadi rugi Rp1,04 per helainya dari laba Rp0,58 per saham.

Turunnya kinerja juga tercermin dari laporan cashflow FUTR. Dari sisi arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi tercatata sebesar Rp21,99 miliar. Hal itu meningkat dibandingkan periode tahun lalu di posisi Rp15,04 miliar.

Selain karena penerimaan kas dari pelanggan yang menyusut menjadi Rp6,43 miliar dari Rp24,72 miliar, FUTR juga mengalami pembengkakakn pembayaran untuk karyawan, beban usaha dan lainnya mencapai Rp19,68 miliar dari sebelumnya Rp5,15 miliar.

Kendati demikian, FUTR masih tertolong dengan pengembalian uang muka sebesar Rp25,00 miliar di arus kas aktivitas pendanaan. Di akhir, kas dan setara kas akhir tahun FUTR tercatat sebesar Rp30,96 miliar.

Jumlah aset FUTR di paruh pertama 2026 sebesar Rp197,72 miliar, turun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp204,78 miliar per akhir 2025. Liabilitas turun menjadi Rp28,05 miliar dari Rp28,19 miliar, dan ekuitas turun menjadi Rp169,67 miliar dari Rp176,58 miliar.

Pada perdagangan intraday Jumat (21/8), saham FUTR melonjak 10,63 persen naik 32 poin ke level Rp352.