Performa Kinclong, BWPT Alihkan Saham Treasuri 402,92 Juta Lembar
:
0
Perkebunan sawit PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Foto: BWPT
EmitenNews.com - Eagle High Plantation (BWPT) bakal mengalihkan saham treasuri maksimal 402,92 juta lembar. Pengalihan saham hasil buyback tersebut akan dilakukan dalam tempo tiga bulan. Tepatnya, pengalihan akan dilakukan mulai 31 Agustus 2026.
Pengalihan saham hasil buyback itu, setara 1,28 persen dari jumlah seluruh saham yang diterbitkan perseroan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Samuel Sekuritas Indonesia ditunjuk untuk membidani aksi penjualan saham treasuri tersebut.
”Pengalihan saham akan dilakukan pada harga yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Rizka Dewi Sulistyorini, Corporate Secretary Eagle High Plantations.
Pengalihan saham sebanyak itu, merupakan hasil pembelian saham pada 21 Agustus 2023. Tindakan itu, dilakukan untuk memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 29/2023. Di mana, pengalihan saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham.
Sepanjang perdagangan kemarin, saham BWPT melonjak 21,74 persen setara 20 poin menjadi Rp112. Sebulan terakhir, saham BWPT melejit 36,59 persen alias 30 poin dari periode Selasa, 21 Juli 2026 di level Rp82 per eksemplar.
Sepanjang semester I 2026, BWPT mengemas laba bersih Rp211,19 miliar. Melejit 22,87 persen dari episode sama tahun lalu Rp171,88 miliar. Pendapatan usaha Rp3,25 triliun, melonjak signifikan dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,77 triliun. Beban pokok penjualan Rp2,45 triliun, bengkak dari Rp1,99 triliun.
Laba kotor terkumpul Rp799,33 miliar, mengalami lonjakan tipis dari Rp780,14 miliar. Beban umum dan administrasi Rp121,08 miliar, bertambah dari Rp120,3 miliar. Beban penjualan Rp73,3 miliar, naik dari Rp68,87 miliar. Total beban usaha Rp194,38 miliar, bertambah dari Rp189,17 miliar. Laba usaha Rp604,95 miliar naik dari Rp590,97 miliar.
Laba periode berjalan Rp215,07 miliar, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu Rp185,15 miliar. Jumlah ekuitas Rp3,04 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp2,82 triliun. Total liabilitas Rp6,9 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2025 senilai Rp7,35 triliun. Jumlah aset Rp9,94 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp10,17 triliun. (*)
Related News
REAL Kemas Penjualan Tumbuh di 1H2026 Tapi Laba Tergerus, Kenapa?
Emiten Prajogo (TPIA) Lahap Bisnis Ini dari 2 Negara Tetangga
Kabar Terbaru, TPIA Caplok Bisnis Otomotif Cycle & Carriage
Danantara Kebut Merger & Restrukturisasi PTPP, Ini Loncatan Kinerjanya
Kopi Jadi Lifestyle, BTN Bidik Transaksi Harian via Ekosistem ICX 2026
Konversi Utang, MKNT Izin Investor Private Placement Rp1,02 Triliun





