Gandeng Bursa Singapura & Hong Kong, BEI Didorong Jadi IPO Hub ASEAN
:
0
Potret gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai IPO hub dan destinasi investasi utama di Asia Tenggara.
Salah satu jalannya ialah mempererat konektivitas dengan bursa regional melalui kerja sama dengan Bursa Singapura (SGX Group) dan Bursa Hong Kong (HKEX/Hong Kong Exchange and Clearing Limited).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan, BEI telah menindaklanjuti MoU 2024 dengan meluncurkan Unsponsored Depositary Receipts Linkage bersama SGX Group tahun lalu. Hal ini menandai jalan masuk bursa dan emiten RI untuk meraup penggalangan modal atau dual-listing di bursa asing dan begitu pula sebaliknya.
"Sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani pada tahun 2024, tahun lalu BEI meluncurkan Unsponsored Depositary Receipts Linkage bersama dengan SGX Group untuk memperluas basis investor dan meningkatkan visibilitas dari Perusahaan Tercatat di panggung global," kata Saidu di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
BEI juga tahun-tahun sebelumnya telah menandatangani MoU dengan HKEX atau Bursa Hong Kong pada 2024 untuk meningkatkan konektivitas dan peluang investasi kenegaraan antara pasar Indonesia dan Hong Kong.
Fokus ke Kualitas Emiten
Menurut Saidu, daya saing pasar modal tidak hanya diukur dari jumlah IPO. BEI justru fokus pada kualitas perusahaan yang masuk ke bursa.
"Untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai salah satu tujuan penghimpunan dana dan investasi di kawasan, BEI memandang bahwa daya saing tidak hanya ditentukan oleh jumlah IPO, tetapi juga oleh kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal," beber Saidu.
Karena itu, BEI akan terus memperkuat ekosistem mulai tahap pre-IPO. Mulai dari peningkatan kesiapan perusahaan, penyederhanaan proses pencatatan, hingga membangun konektivitas lebih proaktif antara perusahaan prospektif dan calon investor.
"Harapannya, semakin banyak perusahaan berkualitas yang melihat Pasar Modal Indonesia sebagai pilihan utama untuk bertumbuh," kata Saidu.
Related News
BEI Tegaskan Fundamental dan Integritas Pasar Ditengah Dinamika MSCI
31 Emiten HSC Berpotensi Ditindakpidanakan OJK hingga Polri
Ubah Status, OJK Setujui Merger 117 jadi 33 BPR-BPRS
Gaduh Standalone Market, Investor Perhatikan ini
OJK-DPR-Polri-Danantara di BEI Singgung MSCI, Denda Rp2,1T & Bareskrim
Emiten Sinar Mas dan Prajogo Didenda Total Rp2,1 Triliun





