EmitenNews.com - PT Elnusa Tbk (ELNUSA) atau (ELSA) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Daqing Oilfield Company, Ltd. (Daqing), sebuah perusahaan asal China pada tanggal 17 Oktober 2023.
Dalam siaran pers (20/10) disebutkan Penandatanganan tersebut menjadi tanda awal kolaborasi antara kedua perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi Elnusa untuk menjadi perusahaan layanan energi terkemuka yang menyediakan solusi total.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh John Hisar Simamora selaku Direktur Utama Elnusa dengan Fang Junling selaku Vice President Daqing China. Turut hadir menyaksikan penandatanganan adalah Direktur Operasi Elnusa, Charles Harianto Lumbantobing, Presiden Direktur Daqing Indonesia, Yan Shoubin, dan segenap perwakilan management Elnusa juga management Headquarter Daqing China dan cabang Indonesia.
John menyatakan bahwa keunggulan yang dimiliki oleh Daqing Oilfield Company, Ltd., akan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di industri migas khususnya pada eksplorasi dan pengembangan di bidang perminyakan,. John juga berharap agar MoU ini dapat segera diikuti dengan kerja sama yang lebih spesifik di tingkat proyek dan baik Elnusa maupun Daqing mampu melakukan kerja sama tidak hanya di Indonesia, namun juga melihat peluang kerja sama yang saling menguntungkan di luar negeri.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Daqing China Fang Junling menyampaikan .Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Elnusa dan percaya bahwa kerja sama ini akan mempererat hubungan baik yang tidak hanya antara Daqing dan Elnusa, tetapi juga antar negara China dan Indonesia, dengan tujuan mencari solusi bersama untuk menghadapi tantangan masa depan di bidang layanan dan teknologi oil and gas".
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





