Gandeng Perusahaan UEA dan Prancis, Anak Usaha Garuda (GMFI) Jajal Bisnis Pertahanan
:
0
EmitenNews.com—Anak usaha Garuda Indonesia di bidang perawatan dan perbaikan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), melebarkan sayap bisnis ke industri pertahanan.
Perseroan pun mengumumkan kerja sama bisnis bersama perusahaan asal Uni Emirat Arab, GAL, serta Dassault Aviation, yang merupakan produsen jet tempur Rafale milik Prancis.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi mengatakan kolaborasi ini merupakan upaya perseroan melebarkan sayap bisnis dalam industri pertahanan. Perusahaan menargetkan adanya pertumbuhan permintaan dari pasar mancanegara.
"Pasar Timur Tengah dan Afrika menjadi target selanjutnya dari ekspansi sektor bisnis pertahanan GMFI," kata Andi di Jakarta, dikutip Rabu (9/11/2022).
Secara rinci, GMFI dan GAL menyepakati peluang kerja sama terkait proyek yang berkaitan seputar penyediaan layanan perawatan, perbaikan, ovehaul , modifikasi, pembaharuan, dan juga layanan permesinan untuk airframe, components , dan juga mesin.
Keduanya juga sepakat untuk memperluas cakupan bisnis pasar pertahanan domestik hingga internasional.
Sedangkan bersama Dassault Aviation, GMFI telah melakukan pertemuan bisnis dan menandatangani perjanjian untuk menggarap sejumlah peluang bisnis di masa mendatang. Andi tidak memberikan keterangan detail perihal lini yang akan digarap, tetapi menegaskan kerja sama dengan manufaktur jet ini merupakan awal dari berbagai pintu kesempatan.
"Semoga kerja sama antara GMFI dan Dassault akan menjadi batu loncatan untuk perusahaan dalam meningkatkan kapabilitas dalam industri pertahanan," pungkasnya.
Sebagai informasi, GMFI dikendalikan langsung oleh entitas induknya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Adapun entitas induk utama perusahaan merupakan Pemerintah Republik Indonesia.
Related News
Semester I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 40,8 Persen
Bukalapak (BUKA) Sudah Gunakan Semua Dana IPO, Total Rp21,325 Triliun
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat
Telat Keluarkan Laporan Keuangan Juni 2026, NATO Beberkan Alasannya
Saham ELPI Parkir di Zona Hijau, Masa Rights Issue juga Berakhir
Pengendali hingga Manajemen Kompak Borong Saham LFLO





