EmitenNews.com - PT Indo Sino Oil & Gas (ISOG) mencatat tonggak penting dengan First Gas atau gas pertama dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, onshore Kalimantan Timur, Kamis 25/6/2026. Pencapaian ini jadi langkah strategis memperkuat pasokan gas domestik dan ketahanan energi nasional.

Lapangan Karamba memulai produksi awal 4 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd). Target produksi stabil atau plateau 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026. Seluruh gas disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Selesai 25 Bulan Skema Fast-Track

Direktur Utama ISOG Tang Zhongfu menyebut Karamba sebagai proyek gas pertama ISOG di Kaltim dengan skema fast-track development. “Kami selesaikan proyek hanya 25 bulan sejak kontrak EPCI April 2024,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen ISOG mendukung ketahanan energi melalui pengembangan gas cepat, efisien, dan berkelanjutan.

Lapangan Karamba punya cadangan 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) kategori 2P. Pengembangannya meliputi re-entry sumur KUD-1, pengeboran 2 sumur baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pipa gas 16,3 km, dan fasilitas pendukung.

Sebelum produksi, sumur KUD-1 uji alir gas 9,5 MMscfd. Hasil itu jadi dasar optimisme keberlanjutan produksi jangka panjang.

Selain tambah pasokan gas domestik, proyek beri nilai tambah lewat optimalisasi infrastruktur eksisting, TKDN barang dan tenaga kerja, serta peluang migas baru di Cekungan Kutai. Pemerintah menargetkan produksi gas 12 miliar kaki kubik per hari (Bcfd) pada 2030 sesuai Rencana Umum Energi Nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba mencapai gas pertama dengan cepat dan selamat. "Kami harap produksi mencapai target dan memberi kontribusi positif ke produksi gas nasional,” ujarnya.

Djoko menambahkan, sinergi KKKS, pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting terbukti mempercepat monetisasi migas dan efisiensi investasi.

Dengan First Gas Karamba, ISOG memperkuat peran swasta dalam menambah lifting gas nasional yang per Mei 2025 tercatat 5.597 MMSCFD, naik 2,3% yoy.(*)