Geber RUPS 2 Mei, Segar Kumala (BUAH) Usul Bagi Dividen Rp23 Per Saham
:
0
Pengurus Segar Kumala menunjukkan buah segar sebagai komoditas utama perseroan.
EmitenNews.com- Jelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, emiten PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) berencana kembali untuk membagikan dividen kepada para pemgang saham.
Setelah sukses membagikan dividen sebesar Rp 14 Miliar pada periode pertama sejak melantai di bursa, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) merencakan kembali untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham pada tahun ini.
Renny Lauren selaku direktur utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk berencana untuk mengusulkan kembali dilakukannya pembagian dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2 mei 2024 nanti.
"Usulan atas pembagian dividen ini nantinya akan dibahas dalam mata acara agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan yang rencananya akan digelar pada 2 Mei 2024, jadi usulan ini masih menunggu hasil persetujuan dari RUPST nanti." Ujar Syanne selaku Sekretaris Perusahaan PT Segar Kumala Indonesia Tbk dalam keterangan resmi di Jakarta.
Adapun nominal dividen yang diusulkan untuk tahun ini sebesar Rp23,- per lembar saham. Angka ini meningkat pesat dibandingkan dengan pembagian dividen pertama perseroan yang dilakukan pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp14,- per lembar saham atau sebesar Rp14 Miliar yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham.
Syanne juga menjelaskan bahwa melalui rencana pembagian dividen ini, BUAH menunjukkan komitmennya kepada para pemegang saham serta rencana ini menjadi bentuk apresiasi yang diberikan perseroan atas dukungan dan kepercayaan para shareholder sehingga BUAH bisa terus bertumbuh.
"Ini adalah saat yang dinantikan oleh seluruh piham dan menjadi momentum untuk menunjukan stabilitas serta pertumbuhan yang sehat dari perseroan," ungkap Syanne.
Related News
Pengelola Gerai KFC (FAST) Panggul Rugi Rp369 Miliar
CBRE Siapkan Right Issue 12,7 Miliar Saham
Akhiri 2025, KREN Catat Rugi Bengkak Rp183 Miliar
Penjualan Turun, Laba MDRN Melonjak 1.958 Persen
KOTA Tobat Rugi, Defisit Ciut, dan Laba Melangit 330 Persen
Rugi Menipis, Emiten H Isam (FAST) Pikul Defisit Rp507 Miliar





