Gelar Buyback, Emiten Rumah Sakit (MIKA) Siapkan Amunisi Rp1 Triliun
:
0
Pengurus Mitra Keluarga berbincang-bincang di kala pelaksanaan RUPS Tahunan. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) emiten operator rumah sakit ini mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan amunisi kesiapan dana hingga Rp1 triliun guna menyerap saham perseroan di pasar.
Direktur MIKA, Joyce V. Handajani dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026), mengatakan dana tersebut belum termasuk biaya transaksi seperti perantara pedagang efek maupun biaya lain yang terkait dengan aksi korporasi tersebut.
“Jumlah tersebut belum termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham,” ujar Joyce.
Ia berlanjut memaparkan dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan, bukan dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
Perseroan juga memastikan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu operasional karena perusahaan memiliki modal kerja dan cadangan kas yang memadai.
Pelaksanaan buyback dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025.
Perseroan merencanakan periode buyback berlangsung selama tiga bulan, yakni hingga 7 Juni 2026. Adapun pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh manajemen.
Menurut Joyce, langkah ini ditempuh untuk menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif sekaligus memberikan keyakinan kepada investor terhadap nilai fundamental perusahaan.
“Pembelian kembali atas saham perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang di mana saham treasuri dapat dijual kembali di masa depan dengan nilai optimal jika perseroan memerlukan tambahan modal,” jelas Joyce.
Sebagai informasi, pergerakan saham MIKA belakangan berada dalam tekanan seiring volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal 2026, saham perseroan tercatat melemah sekitar 9,7 persen ke level Rp2.150 per saham.
Related News
Tok! TUGU Sulap 50 Persen Laba Jadi Dividen, Yield Atraktif
APLN Balikkan Rugi Jadi Laba Q1-2026 tapi Recurring Income Tertekan
Laba BBRI Melesat 13,74 Persen Jadi Rp15,5 Triliun di Kuartal I 2026
Emiten Bioskop CNMA Raup Pendapatan Rp1,1T, Kontribusi F&B Naik Pesat
RUPS Tahunan TUGU Rombak Susunan Pengurus
BDKR Catat Laba Naik 7,5 Persen, Didukung Proyek Marine dan Heavy Lift





