EmitenNews.com - Wibowo Group Capital menuntaskan tender wajib saham Mitrabahtera (MBSS). Itu dengan menyerap 132.838.200 helai senilai Rp387,22 miliar. Saham publik itu, diserok dengan harga pelaksanaan Rp2.915 per eksemplar.

Sejatinya, Wibowo Group Capital menyiapkan anggaran Rp892,74 miliar. Dana taktis itu, diplot untuk melaksanakan tender wajib saham MBSS setara 17,5 persen. Saham publik maksimal 306.259.839 lembar itu, dibalut harga pelaksanaan Rp2.915 per eksemplar.

Mandatory tender offer (MTO) tersebut berlangsung mulai 9 September 2026 hingga 8 Oktober 2026. Masa pembayaran telah dilakukan pada 15 Oktober 2026. Menyusul penuntasan penawaran tender wajib itu, Wibowo Capital mengempit saham MBSS maksimal 1,57 miliar eksemplar alias 90,09 persen.

Bertambah 7,59 persen dari episode sebelum transaksi dengan donasi sebanyak 1,44 miliar helai. Koleksi saham sebelum transaksi itu setara dengan 82,50 persen. Sekadar diketahui, MTO dilakukan untuk memberi kesempatan investor publik menjual saham kepada WGC. Pemegang saham publik tidak berminat menjual, akan tetap menjadi pemegang saham saham MBSS.

Usai MTO beres, MBSS tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa. Pelaksanaan akuisisi tersebut, merupakan bagian dari strategi WGC untuk memperkuat kegiatan usaha bidang jasa pelayaran, dan logistik maritim terintegrasi, khususnya segmen pengangkutan komoditas curah, dan jasa pendukung logistik maritim.

Setelah transaksi, WGC akan melakukan proses integrasi usaha secara bertahap dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

WGC berharap transaksi itu memberi nilai tambah melalui peningkatan kapasitas dan utilisasi armada, perluasan jaringan operasional, dan basis pelanggan. Penguatan pendapatan berulang berbasis kontrak jangka panjang, penciptaan efisiensi operasional dan sinergi usaha, dan penguatan posisi perseroan di industri logistik maritim nasional. (*)