EmitenNews.com - Merdeka Gold Resources (EMAS) akan mengakselerasi Project Pani Gold Mine. Itu dengan menambah fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) menjadi dua agar dapat melipatgandakan produksi di masa depan. Setelah uji coba operasi (commissioning) dari kedua fasilitas tersebut sukses, total kapasitas gabungan CIL akan meningkat dari 250.000–350.000 ons per tahun menjadi 500.000–700.000 ons per tahun.

Fasilitas CIL fase 1 tengah dibangun dengan kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (million tonnes per annum/Mtpa) dengan potensi peningkatan (surge capacity) 20 persen, yang memungkinkan hasil produksi (throughput) hingga mencapai 14,4 Mtpa. Fasilitas pemrosesan lebih tinggi itu, menandai langkah penting dalam transisi Pani Gold Mine dari tahap peningkatan produksi (ramp-up) saat ini menuju operasi berskala lebih besar dengan kemampuan menghasilkan kas (cash-generation) lebih kuat.

EMAS juga tengah mempercepat fasilitas CIL Fase 2, yang skalanya akan sepadan dengan Fase 1 sehingga dapat melipatgandakan kapasitas pemrosesan CIL Pani Gold Mine setelah rampung. "Proyek CIL Fase 1 mengalami kemajuan baik pada aspek rekayasa teknis, pengadaan, dan konstruksi. Dengan merancang pabrik dapat menyangga penambahan kapasitas, kami telah mengamankan target hasil produksi yang direncanakan sekaligus menyediakan ruang untuk terus meningkatkannya,” tegas Boyke P. Abidin, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources.

”Rencana kami untuk membangun fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi emas Pani secara signifikan, sementara akselerasi Fase 2 akan memungkinkan kami untuk mempercepat realisasi arus kas di masa depan. Secara keseluruhan, berbagai pengembangan ini memperkuat posisi perseroan sebagai tambang emas dengan operasional berskala besar," ujar Boyke P. Abidin.

Kemajuan konstruksi untuk Fase 1 terus berlanjut di seluruh aspek pekerjaan. Rekayasa dasar (basic engineering) telah diselesaikan, rekayasa terperinci (detailed engineering) sudah sangat maju, seluruh peralatan utama dengan waktu tunggu pemesanan lama (major long-lead equipment) telah dipersiapkan, dan kontraktor konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi.

Pekerjaan sipil telah dimulai di beberapa area seperti penggilingan (milling), pelindian (leaching), dan pengentalan (thickening). Pembangunan Fasilitas Penyimpanan Tailing (Tailings Storage Facility/TSF) juga berjalan dengan baik, termasuk bendungan pengelak (coffer dams), dan sistem pengalihan air menjelang penimbunan tanggul bendungan awal (starter dam embankment filling).

Desain Fase 1 juga telah mengintegrasikan infrastruktur utama yang dibutuhkan untuk CIL Fase 2. Sistem penghancuran (crushing), pengangkutan (conveying), penumpukan (stockpiling), utilitas air, dan sistem reagen sedang dikembangkan melalui CIL Fase 1, sementara pekerjaan tahap awal konstruksi (bulk earthworks) untuk Fase 2 juga akan diselesaikan sebagai bagian dari Fase 1.

Itu memungkinkan fasilitas kedua untuk mengikuti program konstruksi lebih efisien dan terstruktur. Rangkaian pengembangan Fase 2 secara strategis dilanjutkan segera setelah keberhasilan uji coba operasi (commissioning) dan peningkatan operasional Fase 1. Saat ini, EMAS sedang menyusun pembaruan studi kelayakan (feasibility study) mencakup Fase 2.

Studi tersebut akan mencerminkan revisi profil produksi, kebutuhan modal, dan nilai keekonomian proyek. Dengan kemajuan konstruksi Fase 1, dan percepatan tengah dilakukan pada Fase 2, EMAS berada pada posisi yang kuat untuk memperluas kapasitas pemrosesan dan skala produksi Pani Gold Mine secara signifikan.

Ekspansi CIL secara bertahap diharap dapat memperkuat profil operasional jangka panjang tambang, mengakselerasi kontribusi terhadap pendapatan, dan arus kas masa depan EMAS. Proyek-proyek itu, tetap terikat pada lingkungan operasi sangat dinamis. Volatilitas makroekonomi, ketidakpastian rantai pasok, kompleksitas operasional, dan perubahan lanskap regulasi dapat berdampak terhadap lini masa eksekusi proyek. (*)