EmitenNews.com - Trisula Textile Industries (BELL) menerapkan inovasi berkelanjutan untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Inovasi produk menjadi salah satu strategi utama dalam menjawab kebutuhan pasar, dan pelanggan terus berkembang, melalui pengembangan produk bernilai tambah, dan berkualitas tinggi.

Inovasi berkelanjutan menjadi kekuatan utama BELL dalam mendongkrak kinerja jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing industri tekstil, baik dalam negeri maupun pasar global. Berbeda dengan pemain industri tekstil lain cenderung mengandalkan produksi massal, BELL justru mengambil pendekatan berbeda dengan menyediakan layanan pesanan kustomisasi disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen.

BELL mampu memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan melalui berbagai opsi kustomisasi. Mulai pemilihan bahan baku khusus, tekstur kain, warna, dan spesifikasi lainnya. Didukung kapabilitas inovasi, BELL juga menghadirkan beragam jenis kain fungsional, seperti kain ramah lingkungan, antibakteri, kain dengan tingkat stretch tertentu, kain daur ulang, dan berbagai inovasi kain khusus lainnya sesuai kebutuhan pelanggan.

Fleksibilitas itu, didukung konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Strategi itu, menjadi nilai tambah dan menjadi keunggulan ditonjolkan untuk bertahan di tengah persaingan industri. Trisula Innovation Center (TIC) menjadi sarana memperkuat langkah BELL dalam mendorong inovasi kedepan. TIC berfungsi sebagai platform antara konsumen dengan perseroan dalam melakukan pengembangan produk, mulai dari tahap desain hingga pengelolaan pasar.

Inovasi didukung TIC diharap dapat mendorong ekspansi pasar, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. ”Inovasi berkelanjutan tulang punggung strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil. Melalui TIC, kami tidak hanya mengembangkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memberi layanan kustomisasi menjadi pembeda utama kami dari pemain lain cenderung produksi massal,” tegas Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL.

BELL mematok pertumbuhan pendapatan 8 persen tahun ini. Meski kontribusi utama pendapatan BELL sekitar 90 persen masih dari pasar domestik, kolaborasi dengan TIC melalui penyelenggaraan empat online live trade show diharap dapat mendorong pertumbuhan pasar ekspor. BELL mematok kontribusi ekspor meningkat menjadi 10 persen pada 2026 melalui dukungan TIC.

Selain mendorong ekspor, pada 2026 BELL juga akan memanfaatkan peluang dari instansi pemerintah, khususnya segmen seragam korporasi, dan produk jadi. Nah, guna mendukung target itu, BELL akan mengoptimalkan kapasitas pabrik garmen berlokasi di Solo guna mendukung pencapaian target pertumbuhan tahun ini. (*)