GIAA Siapkan PMHMETD III, Danantara Ambil Porsi Pakai Inbreng GMFI
:
0
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali menyiapkan aksi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) untuk ketiga kalinya. Dalam aksi ini, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Manajemen GIAA dalam keterbukaan informasi pada 30 September 2026 menyatakan jumlah tersebut masih merupakan perkiraan maksimal. Kepastian jumlah saham yang diterbitkan akan ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian melalui prospektus PMHMETD III.
Pelaksanaan PMHMETD III akan dilakukan setelah Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut manajemen, aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi keuangan sekaligus mendukung transformasi bisnis Garuda Indonesia. Perseroan memperkirakan PMHMETD III dapat memperbaiki laporan laba rugi, ekuitas, optimalisasi aset, serta mendukung pengembangan bisnis dan kegiatan operasional.
Salah satu sumber penyetoran modal dalam aksi tersebut berasal dari Danantara Aset Manajemen (DAM) selaku pemegang saham utama GIAA. DAM akan mengambil bagian atas HMETD yang menjadi haknya melalui penyetoran dalam bentuk lain atau inbreng berupa saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Saham GMFI yang menjadi objek inbreng tersebut saat ini masih dimiliki oleh PT Angkasa Pura Indonesia (API). Berdasarkan keputusan RUPS API pada 26 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen non-tunai atau dividend in specie kepada InJourney berupa saham GMFI senilai Rp5,66 triliun.
Selanjutnya, RUPS InJourney pada 29 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen non-tunai kepada DAM berupa saham GMFI dengan nilai yang sama, yakni Rp5,66 triliun.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan kepemilikan saham GMFI beralih secara efektif kepada DAM, saham tersebut akan digunakan sebagai objek penyetoran modal dalam PMHMETD III Garuda Indonesia.
Perseroan menyebut rencana inbreng akan dilakukan berdasarkan prinsip arm's length dan ketentuan transaksi yang wajar sesuai dengan POJK 42/2020.
Berdasarkan analisis dampak inbreng saham GMFI terhadap kinerja keuangan, ekuitas konsolidasi GIAA diproyeksikan membaik menjadi negatif USD52,15 juta per 30 Juni 2026. Sementara itu, ekuitas standalone Perseroan menjadi USD646,15 juta pada periode yang sama.
Related News
Target Merger KAI Dibayangi Utang INKA Rp4,7T, Ini Solusi Danantara
Pelaporan Pajak jadi Kendala Pekerja Industri Kreatif, Ini Masalahnya
Produk Emas BCA Syariah Melejit 81%, Kinerja Konsumer Tumbuh 34 Persen
Kolaborasi Askrindo-Bank Kalsel, Untuk Kontraktor dan Jasa Konstruksi
Layanan Pelabuhan Patimban, Jepang Perluas Ekspor Kendaraan ke Meksiko
Sambut Buyback, Saham Emiten Tower Grup Djarum Melesat 3,06 Persen





