EmitenNews.com - Euforia investor bakal berlanjut pada perdagangan kali ini. Dampak kebijakan stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) masih menjadi katalisator perkembangan pasar. Dan, pemodal akan semakin anteng berlama-lama bertransaksi.
”Harus diakui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) kebijakan fiskal menjadi kabar positif bagi pelaku pasar. Secara psikologis konfidensi pemodal terdongkrak dan betah untuk melakukan transaksi,” tutur Equity Research Analyst Victoria Sekuritas Michael Alexander Santoso, Selasa (2/3).
Virus percaya diri itu, selanjutnya menjangkiti pasar dalam negeri. Itu terefleksi dari gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,55 persen ke level 6.338,51. Situasi dan kondisi makin menjanjikan dengan data manufacturing PMI Februari berada di kisaran 50,9. ”Kendati lebih rendah dari bulan sebelumnya 52,2, namun masih mencerminkan aktivitas manufaktur domestik mengalami ekspansi,” imbuh Michael.
Karena itu, sepanjang perdagangan pagi ini, Indeks akan mencoba mengitari area support 6.284, dan resistence 6.390. Sejumlah saham laik koleksi antara lain Astra Internasional (ASII) Rp5.825, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp6.450, Kalbe Farma (KLBF) Rp1.565, Bank Mandiri (BMRI) Rp6.775), dan Summarecon Agung (SMRA) Rp935.
Sementara itu, mayoritas bursa Asia menyudahi perdagangan Senin (1/3) mengaspal zona hijau. Di antaranya ASX 200 surplus 1,74 persen, HSI naik 1,63 persen, Nikkei melesat 2,41 persen, dan SSEC meroket 1,21 persen. Pelaku pasar merespon positif perkembangan stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS). Di mana, House of Representative (DPR) meloloskan RUU kebijakan fiskal senilai USD1,9 triliun. (Rizki)
Related News
Incar SIBS 2026, Pemprov Jabar Siapkan 46 Proyek dan Kawasan Industri
Tidak ada Tempat Bagi BUMN Sakit, Target Presiden Tutup 800 Entitas
Makin Mudah Menuju Ketapang, Ada FlyJaya Terbang dari Halim Jakarta
Harga Emas Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Buntut Blackout, Pemerintah Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk PLN
Nilai Saham SpaceX Jatuh di Bawah Harga Saat IPO





