GoTo Resmi Angkat Hans Patuwo sebagai CEO Grup
:
0
Potret pencatatan perdana saham (IPO) emiten PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
EmitenNews.com - Pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menyetujui penunjukan Hans Patuwo sebagai Direktur Utama sekaligus Group Chief Executive Officer (CEO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (17/12/2025).
Hans menggantikan Patrick Walujo, seiring langkah GoTo memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan berikutnya.
Selain pergantian pucuk pimpinan, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Pemegang saham menerima pengunduran diri Pablo Malay dan Winato Kartono dari jajaran komisaris, serta mengangkat Andre Soelistyo dan Santoso Kartono sebagai komisaris baru. Sementara dari jajaran direksi, pengunduran diri Ade Mulyana turut disetujui.
Hans Patuwo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemegang saham.
“Fokus saya adalah memastikan eksekusi yang disiplin serta memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem GoTo. Mitra driver, mitra usaha, dan konsumen adalah fondasi kesuksesan kami,” ujar Hans.
Hans bukan sosok baru di ekosistem GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, sebelum memimpin unit bisnis yang berkembang menjadi GoTo Financial pada 2021. Di posisi tersebut, Hans mengawasi peluncuran bisnis pinjaman dan penguatan aplikasi GoPay.
Awal 2024, ia ditunjuk sebagai COO GoTo, dengan mandat menyusun strategi grup dan memimpin proyek migrasi cloud. Perannya kemudian diperluas menjadi President On-Demand Services pada Juli 2025.
Sebelum berkarier di GoTo, Hans memiliki pengalaman internasional di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Singapura, termasuk sebagai Partner di McKinsey & Company.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi GoTo hasil RUPSLB:
Dewan Komisaris
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





