EmitenNews.com - Perusahaan layanan transportasi dan jasa berbasis aplikasi, Grab Indonesia menepis rumor perusahaan yang dikabarkan akan melakukan merger dengan sesama pelaku di industri ride-hailing, Gojek (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk).
"Grab memahami bahwa ada banyak spekulasi yang beredar terkait merger antara Grab dengan salah satu pelaku industri. Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," kata Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/5).
Tirza mengatakan, fokus perusahaan saat ini adalah memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.
Bersamaan dengan rumor merger ini, Tirza juga menegaskan bahwa kegiatan operasional Grab sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) hampir sepenuhnya dijalankan oleh talenta lokal.
"PMA adalah struktur hukum yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia dan telah menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan bisnis berskala besar, mempercepat adopsi teknologi, dan mendukung inovasi lintas sektor," ujar Tirza.
Related News
Saham Mau Rights Issue Jumbo Lanjut ARA di FCA, Baru Lepas Gembok BEI
Catat Pendapatan Meningkat 9%, IPCM Bagi Dividen Rp125,51 Miliar
Jelang RUPS, Direksi REAL Borong 2 Juta Saham di Pasar
Danantara Dorong Buyback, ini Rencana Strategis BBTN
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Ambil Langkah Strategis dan Konsolidasi
Emiten Hary Tanoe (BCAP) Gelar Hajatan Akbar, Besok Buru Izin Investor





