EmitenNews.com - PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) memproyeksikan perolehan penjualan sebesar USD266 juta sepanjang 2026, meningkat 15,65% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar USD230 juta. Sebelumnya, Perseroan sempat mencatat penjualan lebih dari USD260 juta pada 2024.

Manajemen Sumi Kabel, dalam materi paparan publik yang dikutip Senin (17/8/2026), menjelaskan sejumlah pendekatan strategis untuk mencapai target tersebut. Di antaranya dengan fokus pada segmen bernilai tinggi, investasi pada peralatan pembuatan kabel canggih, menjalin kemitraan dengan distributor, melindungi biaya bahan baku, serta memperkuat merek dan kepatuhan.

Menurut manajemen, prospek bisnis kabel listrik dan jaringan tegangan menengah, khususnya di Indonesia, dinilai masih kuat pada 2026. Kondisi tersebut didorong oleh ekspansi jaringan, integrasi energi terbarukan, serta modernisasi infrastruktur.

"Lini produksi Kabel Tegangan Menengah kami yang baru, sudah mulai diproduksi secara massal pada awal tahun 2022 diharapkan akan memperkuat daya saing kami dalam bisnis kabel di dalam negeri," tulis manajemen.

Sepanjang 2025, emiten yang dikendalikan Sumitomo Electric, Japan ini mencatat penjualan domestik sebesar USD61,7 juta, sementara penjualan ekspor jauh lebih besar mencapai USD168,8 juta.

Memasuki semester I-2026, Perseroan membukukan penjualan USD75,43 juta, naik 18,11% dibandingkan USD63,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut dibarengi kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi. Beban pokok IKBI melonjak 21,40% menjadi USD71,48 juta dari sebelumnya USD58,88 juta.

Tekanan biaya tersebut berdampak terhadap laba bruto. IKBI mencatat laba bruto USD3,94 juta pada semester I-2026, turun 20,88% dibandingkan USD4,98 juta pada semester I-2025.

Dengan capaian tersebut, realisasi penjualan IKBI hingga semester I-2026 baru mencapai sekitar 28,36% dari target USD266 juta yang dipatok untuk sepanjang tahun. Artinya, Perseroan masih harus membukukan penjualan sekitar USD190,57 juta pada semester II-2026 untuk mencapai target tahunan tersebut.