Grup Djarum (BACH) Siap IPO Rp400–Rp500/Saham, Incar Dana Rp307,5M
:
0
Potret salah satu produk genset milik emiten BACH. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) resmi memasuki masa penawaran awal atau book building pada 22-24 Juni 2026. Emiten distributor genset yang induknya terafiliasi konglomerasi grup Djarum ini berlabel syariah dan mematok harga IPO Rp400 hingga Rp500 per saham.
BACH menawarkan 615.000.000 saham baru atau 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan ini perseroan berpotensi meraup dana Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar. PT Erdikha Elit Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah IPO, kepemilikan PT Bach Multi Sukses Investama terdilusi dari 61,55% menjadi 52,28%. PT Global Telekomunikasi Prima turun dari 30,00% menjadi 25,48%. Budi Kurniawan Hartanto dari 2,01% menjadi 1,70%.
Bisnis Genset Kebutuhan Tower Telekomunikasi
Didirikan September 2006, BACH dalam prospektus yang terbit Senin (22/6(2026) menyebutkan fokus pada dua lini utama. Pertama, penjualan dan penyewaan genset. BACH merupakan agen tunggal Himoinsa di Indonesia dan menjual merek Austin Power System bermesin Cummins, Perkins, Yanmar, Doosan, Mitsubishi, hingga Kubota.
Kedua, jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi lewat anak usaha BMI. Lingkupnya mulai dari site acquisition (SITAC), pekerjaan Civil, Mechanical, and Electrical (CME), pembangunan fiber optik, hingga kolokasi dan pembongkaran menara. BACH saat ini memelihara sekitar 41.000 site di seluruh Indonesia.
Klien utama BACH antara lain Protelindo Group, Tower Bersama Infrastructure, Centratama Group, Indosat Hutchison, XL Axiata, Huawei, Telkomsel, dan XLSMART.
Berikut jadwal IPO BACH:
Masa Penawaran Awal: 22 - 24 Juni 2026
Tanggal Efektif: 29 Juni 2026
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





