Grup Lippo (LPPF) Ungkap Tutup 13 Gerai, Ini Alasannya

Salah satu gerai PT Matahari Department Store Tbk (LPPF)
EmitenNews.com - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana menutup 13 gerai hingga akhir 2024 sebagai langkah penyesuaian terhadap kinerja gerai yang rendah.
CEO Matahari, Monish Mansukhani, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi gerai untuk meningkatkan efisiensi portofolio. Selain itu, perusahaan memantau kinerja 20 gerai lainnya yang masuk dalam “watchlist.”
Hingga akhir September 2024, LPPF telah menutup tujuh gerai, sehingga jumlah gerainya berkurang dari 154 unit pada akhir 2023 menjadi 147 unit per 30 September 2024. Selain menutup gerai, Monish mengungkapkan bahwa Matahari juga akan merenovasi beberapa gerai strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan.
Matahari juga memperkuat strategi omni-channel dengan mengintegrasikan lebih dari tiga perempat vendor konsinyasi melalui portal pemasok. Perusahaan telah membuka toko resmi di berbagai platform e-commerce terkemuka, serta memperbarui platform Shop & Talk untuk memperluas jangkauan digital.
Meskipun menghadapi tantangan, laba LPPF hingga akhir September 2024 tercatat sebesar Rp622,26 miliar, menurun 1,30 persen secara tahunan (yoy). Laba per saham dasar juga turun menjadi Rp275 per saham dari Rp278 per saham pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan usaha perseroan tercatat turun 1,27 persen yoy menjadi Rp4,91 triliun, meskipun penjualan usaha diklaim mencapai Rp9,5 triliun.
Strategi penutupan gerai, renovasi, serta penguatan digitalisasi menunjukkan upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan dan lanskap bisnis ritel yang semakin kompetitif.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar