Grup Sinarmas Gelontor Dividen Jumbo, Yield Tembus 16 Persen
:
0
Kawasan Kota Deltamas berkembang dengan pesat. Foto - Dok DMAS
EmitenNews.com - Puradelta (DMAS) bakal menggelontorkan dividen interim Rp1,39 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 93,75 persen dari tabulasi laba bersih per 30 September 2026 senilai Rp1,49 triliun. Dengan kebijakan tersebut, para investor akan mengenyam dividen Rp29 per eksemplar.
Mengacu penutupan perdagangan saham emiten properti Grup Sinarmas itu di level Rp178, maka dividen yield DMAS sekitar 16,29 persen. Keputusan pembagian dividen itu, ssesuai dengan keputusan direksi, dan diamini dewan komisaris pada 19 Oktober 2026. So, jadwal dividen interim DMAS menjadi sebagai berikut.
Cum date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 Oktober 2026. Ex date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Oktober 2026. Cum date pasar tunai pada 30 Oktober 2026. Ex date pasar tunai pada 2 November 2026. Daftar pemegang saham berhak atas dividen tunai alias recording date pada 30 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembayaran dividen interim akan dilakukan pada 13 November 2026. Keputusan pembagian dividen itu, bberdasar data keuangan per 30 September 2026. Ya, sepanjang 9 bulan pertama 2026 itu, DMAS mengemas laba bersih Rp1,49 triliun. Saldo laba ditahan Rp2,08 triliun, dan total ekuitas Rp5,85 triliun.
Kinerja Kuangan Kinclong
Pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas itu, mengantongi pendapatan usaha Rp2,65 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut tumbuh hampir 3,4 kali lipat dari periode sama pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha masih didominasi segmen industri Rp2,54 triliun atau 96 persen.
“Sebagian besar pendapatan perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center,” tegas Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).
Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen komersial memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp44,47 miliar. Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen hunian, rental, dan hotel terhadap pendapatan usaha masing-masing adalah Rp30,99 miliar, Rp15,02 miliar dan Rp12,82 miliar.
Laba kotor juga mengalami lonjakan sebesar 297 persen dari Rp545 miliar di sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi Rp1,62 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2026. Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 61 persen. Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, atau naik 284 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp525 miliar.
Marjin laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2026 adalah sebesar 56 persen. "Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp8,44 triliun, meningkat sebesar Rp1,32 triliun atau 19 persen dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun, di mana peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas," terang Tondy.
Related News
Kaji Buyback, Saham BBTN Tinggalkan Zona Merah
PT Timah (TINS) Raih Fasilitas Kredit Jumbo Bank Mandiri Rp4 Triliun
Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Cairkan Pinjaman USD85 Juta dari Kbank
Biayai Ekspansi hingga Bayar Utang, EMAS Pilih Aksi Korporasi Ini
Loan Channeling, Krom Bank (BBSI)-Easycash Jalin Kolaborasi Strategis
Jual Saham WIFI, Hashim Djojohadikusumo Kantongi Rp4,06 Triliun





