Gunanusa Stanby Buyer, Right Issue CBRE Tunggu Restu OJK
:
0
Sebuah kapal milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Cakra Buana Resources Energi (CBRE) makin memperkuat langkah pelaksanaan right issue. Itu dengan menunjuk PT Gunanusa Utama Fabricators sebagai salah satu standby buyer. Kehadiran Gunanusa dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar terhadap prospek ekspansi, dan penguatan fundamental CBRE ke depan.
Berdasar keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), CBRE mengungkap PT Gunanusa bersama Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey akan bertindak sebagai pembeli siaga, siap menyerap sisa saham apabila tidak seluruhnya diambil pemegang HMETD. Langkah itu, dilakukan untuk memberi kepastian terhadap penyerapan saham baru dalam right issue CBRE.
Keterlibatan Gunanusa menjadi perhatian tersendiri mengingat perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pemain besar sektor fabrikasi, dan konstruksi energi nasional. Saat ini, Gunanusa juga tengah terlibat dalam proyek strategis Hidayah Field Phase 1 Development Project milik Petronas di wilayah North Madura II yang menjadi salah satu proyek offshore penting dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Sejalan dengan proyek tersebut, CBRE sebelumnya juga telah memperoleh kontrak kerja sama strategis dari PT Gunanusa melalui penyewaan kapal offshore support vessel Hai Long 106 dengan skema time charter. Kerja sama tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,3 triliun dengan durasi hingga delapan tahun untuk mendukung aktivitas offshore dan EPCI proyek energi nasional.
Keterlibatan Gunanusa tidak lepas dari hubungan bisnis dengan ekosistem offshore terafiliasi dengan Yafin Tandiono Tan, PT Saga Investama Sedaya, dan Superkrane Mitra Utama (SKRN). Dalam transaksi akuisisi kapal Hai Long 106 senilai USD100 juta, kelompok terafiliasi Yafin tercatat memiliki porsi pendanaan USD30 juta melalui skema Promissory Note (PN), terdiri dari Yafin USD11 juta, Saga USD12,5 juta, dan SKRN USD6,5 juta.
Hubungan tersebut makin terlihat setelah PT Saga Investama Sedaya menjadi pemegang saham pengendali SKRN sekaligus menguasai 70 persen saham PT Gunanusa pada akhir 2024. Sementara Yafin Tandiono Tan diketahui memiliki hubungan pengendalian di Saga, dan menjabat sejumlah entitas terafiliasi.
Right issue CBRE berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun melalui penerbitan maksimal 12,76 miliar saham baru. Dana hasil aksi korporasi itu, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung ekspansi usaha, hingga pengembangan armada dan proyek strategis ke depan.
Direktur Utama CBRE Suminto Husin Giman mengatakan tetap optimistis terhadap pelaksanaan right issue di tengah kondisi pasar masih penuh tantangan. Menurut Suminto, dukungan dari para standby buyer, kerja sama strategis telah berjalan menjadi bukti kepercayaan terhadap fundamental, dan prospek bisnis CBRE ke depan
“Kami optimistis, dan yakin right issue CBRE dapat berjalan lancar. Saat ini prosesnya tinggal selangkah lagi sambil menunggu restu, dan persetujuan OJK. Dukungan Gunanusa, dan para standby buyer menjadi sinyal positif terhadap prospek pengembangan bisnis perseroan,” ujarnya
Ia menambahkan, CBRE akan terus fokus memperkuat posisi di sektor offshore support, dan energi nasional. Itu seiring peningkatan kebutuhan proyek migas, dan infrastruktur energi Indonesia. (*)
Related News
Kinerja Kredit Tumbuh 30,62 Persen, Ini Motor Penggerak Amar Bank
Bank Woori Saudara (SDRA) Rombak Manajemen, Tunjuk 7 Nama Baru
Pertumbuhan Kinerja IPCC Kian Solid pada Awal Kuartal II 2026
Total Rp60M, Emiten Plastik (APLI) Sisihkan Dividen dari Saldo Laba
TUGU Jadi Salah Satu Saham Liquidity Provider, Cek Manfaatnya
Wilmar Cahaya (CEKA): Karyawan akan Turut Terdampak PP Ekspor SDA





