H-1 Market Review MSCI, Bisakah Indonesia Bertahan di Emerging Market?
:
0
Tiga agenda krusial akan dihadapi Indonesia, mampukah IHSG siap hadapi ini? Yaitu MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni, FTSE Rebalancing pada 19 Juni, dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Pekan ketiga Juni, Indonesia akan dihadapkan pada MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni. Agenda tersebut menjadi satu dari tiga agenda krusial yang menentukan apakah Indonesia masih emerging market atau berisiko downgrade menjadi frontier market.
Lantas, apakah Indonesia dengan mampu menguat di tengah sentimen tersebut?
Baca Juga: Siap-Siap! IHSG Bakal Hadapi Market Classification Review MSCI
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menakar peluang Indonesia turun dari emerging market ke frontier market masih relatif kecil. Menurutnya, proses penurunan klasifikasi pasar alias downgrade bukanlah keputusan yang dapat dilakukan secara tiba-tiba.
Meski memang, MSCI kerap kali menyoroti isu investability, free float, high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham pada sejumlah pihak tertentu, hingga efisiensi mekanisme short selling dan securities lending.
“Biasanya MSCI akan memberikan tahapan evaluasi yang panjang sebelum melakukan perubahan status suatu negara,” tutur Alrich kepada Emiitennews, Rabu (17/6/2026).
Ia menambahkan, hal yang lebih realistis untuk dicermati saat ini adalah kemungkinan adanya catatan yang diberikan MSCI atau meningkatnya pengawasan terhadap aspek aksesibilitas pasar Indonesia, bukan langsung menurunkan status Indonesia menjadi frontier market.
“Karena itu, saya melihat sentimen MSCI lebih berpotensi memengaruhi aliran dana asing jangka pendek dibanding mengubah status Indonesia secara langsung dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan, keputusan yang telah diambil regulator yakni OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) meliputi BEI, KPEI dan KSEI ihwal keterbukaan dan akses informasi lewat reformasi pasar modal, dinilai membuat investor percaya Indonesia bertahan di emerging market.
Wawan juga menyebut sentimen di luar MSCI seperti perdamaian antara AS-Iran dapat dipertahankan disertai harga minyak yang melandai, maka tekanan fiskal terhadap Indonesia dapat berkurang.
Related News
Perkuat Ekosistem Digital, Bale by BTN Gandeng Rumah123
IHSG Gagal Menghijau, Saham Emiten Prajogo Pangestu Kompak Tersungkur
Platform Kripto PINTU Sabet Emas Lagi di 2026
Garap Komunitas Esports, IPOT Mitra Utama Kapolda Jateng Cup 2026
Melemah di Sesi I, Analis Wanti-Wanti Area Support Berikutnya di 6.000
Investor Asing Ramai-Ramai Borong Saham di Sesi I Capai Rp2,59T!





