Hadapi Tekanan, Emiten Kerupuk Udang SKLT Kerek Harga Produk 10 Persen
:
0
PT Sekar Laut Tbk (SKLT) emiten yang memproduksi kerupuk, saus sambal, dan bahan makanan lainnya.
EmitenNews.com - Manajemen PT Sekar Laut Tbk (SKLT) mengungkapkan berbagai tantangan usaha yang dihadapi, mulai dari tekanan geopolitik global, melemahnya daya beli masyarakat, hingga kenaikan suku bunga yang berdampak pada kinerja bisnis.
Selain itu, persaingan di pasar domestik juga semakin ketat seiring maraknya produk dari perusahaan asing. Di sisi lain, perusahaan turut menghadapi gejolak harga dan keterbatasan bahan baku, terutama pada sektor pangan dan kemasan (packaging), yang mendorong kenaikan biaya produksi.
Meski demikian, SKLT tetap optimistis menatap 2026 dengan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10% dan laba bersih 20%.
Untuk mencapai target tersebut, perseroan memutuskan menaikkan harga produk sekitar 10% serta meluncurkan berbagai produk baru di seluruh segmen, mulai dari kerupuk hingga saus dan tepung.
Strategi pemasaran juga diperkuat melalui penetrasi pasar domestik, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa, serta ekspansi ekspor ke kawasan Asia dan Afrika.
"Langkah ini dilakukan sebagai respons atas terganggunya distribusi ke Timur Tengah akibat konflik geopolitik dan kendala logistik," tulis manajemen Perseroan dalam laporan hasil paparan publik yang disampaikan Senin (4/5/2026).
Ekspor ke Timur Tengah Melambat
Manajemen menjelaskan bahwa ekspor ke Timur Tengah tidak berhenti, namun mengalami perlambatan karena keterbatasan kontainer dan layanan logistik. Saat ini, kontribusi ekspor ke kawasan tersebut masih relatif kecil, yakni sekitar 3–5% dari total ekspor.
Untuk menjaga kelangsungan produksi di tengah tekanan bahan baku, perusahaan melakukan strategi buffer stock serta menjalin kerja sama dengan sejumlah pemasok. Di saat yang sama, efisiensi juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi.
Pacu Produksi, Perkuat Efisiensi
Related News
Saham GOTO Anjlok ke Harga Gocap, Danantara hingga Analis Beri Suara!
Prajogo Lepas 782 Juta Saham CUAN, Kokoh di Puncak Orang Terkaya RI
Hijrah ke Hong Kong, Elvira Lianita Mundur dari Direktur HMSP
Prajogo Pangestu Buang Lagi 782,9 Juta Saham CUAN, Raup Rp1 Triliun
Cum Date 5 Mei 2026, Segini Dividen BOLT
Perkuat Armada, GTRA Kantongi Modal Rp200M dari Bank Shinhan





