EmitenNews.com - Harga emas mengalami penurunan tajam pada hari Jumat—menghentikan tren kenaikan selama bulan Agustus—setelah pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang menyoroti masalah inflasi.

Saat berbicara di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole, Ketua The Fed Warsh mengisyaratkan bahwa langkah kebijakan moneter tambahan mungkin diperlukan jika inflasi tidak turun ke tingkat target.

Ia mengatakan meskipun data pengeluaran konsumsi pribadi dan indeks harga konsumen pada musim panas ini lebih baik dari perkiraan, hal tersebut tidak menunjukkan bahwa tren mendasar telah membaik secara signifikan.

Harga emas per ons turun menjadi $4.454, atau turun 3,18% secara harian. Harga perak juga turun 4,2% menjadi $66,3 per ons.

Seperti diberitakan Emitennews.com sebelumnya, Saat berbicara di Simposium Ekonomi Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026), Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, menyatakan bahwa inflasi masih terlalu tinggi, meskipun ekonomi menunjukkan ketahanan dan investasi kecerdasan buatan (AI) terus meningkat.

Sebagaimana dikutip Anadolu, Warsh mengevaluasi kondisi ekonomi dan kebijakan moneter saat ini.

Ia mencatat bahwa meskipun pasar tenaga kerja tetap stabil dan tingkat output solid, laju inflasi masih menjadi perhatian.

Sang ketua menekankan bahwa ukuran inflasi yang menjadi acuan utama Fed berada di angka 3,7% selama 12 bulan terakhir.

Ia menambahkan bahwa perubahan dalam periode enam bulan bahkan lebih tinggi, yakni 4,1%, jauh melampaui target tegas bank sentral sebesar 2%.

Warsh menegaskan bahwa para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi inti benar-benar bergerak menuju sasaran mereka dengan kecepatan yang memadai.