EmitenNews.com - Investor komoditas global, Glencore terpantau melakukan aksi jual bertahap pada saham emiten nikel dari grup Harita, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).

Berdasarkan data transaksi laporan transaksi pemegang saham 5 persen KSEI, entitas asing tersebut melepas setidaknya 23.786.500 saham sepanjang 10 hari terakhir yakni, sejak 24 Februari hingga 4 Maret 2026.

Penjualan dilakukan secara bertahap dalam lima transaksi berbeda. Pada 24 Februari 2026, Glencore terpantau mulai menjual 4.193.200 saham. EEstimas bila mana mengacu harga penutupan saat (24/2) di Rp1.530, kalkulasi nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp6,41 miliar.

Aksi jual berlanjut pada 25 Februari 2026 sebanyak 5.000.000 saham, diestimasikan apabila dilakukan di harga penutupan Rp1.530, nilai transaksinya bisa mencapai sekitar Rp7,65 miliar.

Selanjutnya pada 26 Februari 2026, Glencore kembali melepas 2.179.900 saham di harga penutupan Rp1.445 atau sekitar Rp3,15 miliar.

Kemudian, pada 27 Februari 2026, perusahaan asing tersebut kembali menjual 5.000.000 saham di harga penutupan Rp1.540, dengan nilai transaksi diestimasikan sekitar Rp7,70 miliar.

Terakhir, pada 4 Maret 2026 Glencore melepas 7.413.400 saham dengan harga penutupan Rp1.325 sehingga nilai estimasi transaksi diperkirakan mencapai Rp9,82 miliar.

Secara keseluruhan, rangkaian transaksi tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp34,74 miliar.

Setelah aksi jual bertahap tersebut, porsi saham dipegang Glencore di NCKL menyusut dari 4.119.823.900 saham atau setara 6,53 persen menjadi 4.096.037.400 saham atau sekitar 6,49 persen.

Meski terkoreksi dalam jangka pendek, pergerakan saham NCKL masih menunjukkan performa positif dalam jangka setahun terakhir sebelumnya. Dalam sepekan terakhir saham ini turun 11,69 persen, namun dalam sebulan terakhir masih mencatat penguatan 3,82 persen.

Kinerja lebih impresif terlihat dalam periode yang lebih panjang. Dalam tiga bulan terakhir saham NCKL telah melonjak 33,3 persen, bahkan dalam setahun terakhir (Year on Year/YoY) sahamnya telah terbang 107,63 persen, dari sekitar Rp655 per saham menjadi Rp1.360 per saham.