EmitenNews.com - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) bersiap kedatangan pemegang saham baru dari kalangan kreditor. HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC Ltd) akan menjadi pemegang saham APEX setelah sebagian utang Perseroan dikonversi menjadi saham melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026), manajemen APEX menjelaskan bahwa perseroan akan menerbitkan 218.090.317 saham biasa seri B dengan harga pelaksanaan Rp325 per saham.

"Jumlah itu setara 5,79% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMTHMETD," tulis manajemen.

Berdasarkan rencana tersebut, HSBC Bank PLC akan menguasai 1,66% saham APEX, sedangkan HSBC Ltd bakal menggenggam 4,14%. Dengan demikian, kedua entitas HSBC Holdings tersebut secara bersama-sama akan memegang 5,79% saham APEX setelah aksi korporasi rampung.

Sebagai informasi, pelaksanaan aksi korporasi ini merupakan bagian dari kesepakatan penyelesaian penuh atas kewajiban Perseroan senilai USD4.108.948. Konversi dilakukan dengan harga Rp325 per saham, berdasarkan kurs Rp17.250 per USD.

Langkah tersebut ditempuh setelah Perseroan memperkirakan ketersediaan arus kas pada saat jatuh tempo kewajiban 2026 belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi seluruh kewajibannya.

Karena itu, APEX bersama kreditor menyepakati sejumlah mekanisme penyelesaian, termasuk pembayaran sebagian kewajiban, penyesuaian jangka waktu sebagian kewajiban, serta konversi sebagian utang menjadi saham.

Kewajiban tersebut antara lain berasal dari Perjanjian Fasilitas pinjaman berjangka senilai USD35 juta yang ditandatangani pada 2022. Jatuh tempo fasilitas tersebut telah beberapa kali diperpanjang, terakhir hingga 31 Juli 2026.

Setelah PMTHMETD, masuknya HSBC sebagai pemegang saham baru juga mengubah komposisi kepemilikan APEX. PT Aserra Capital akan memiliki 50,41%, Standard Chartered Bank Singapore s/a Augusta Investment Pte Ltd 5,86%, Eka Dharmajanto Kasih 0,76%, dan masyarakat 37,17%.

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana PMTHMETD tersebut dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.