HUT Ke-34, BEI Pacu Jangkauan Pendanaan Global di 3 Bursa Asing!
:
0
Potret bersama Self-Regulatory Organization Pasar Modal RI dan OJK kala Peringatan HUT Ke-34 BEI, Senin (13/7/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-34, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai IPO hub dan destinasi investasi utama di Asia Tenggara.
Salah satu jalannya ialah mempererat konektivitas dengan bursa regional melalui kerja sama dengan Bursa Singapura, Bursa Hong Kong, serta penjajakan tambahan kepada Bursa Thailand.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik usai Peringatan HUT Ke-34 BEI di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Jeffrey menyebut kerja sama itu mencakup dual listing bagi emiten Indonesia dan penerbitan Unsponsored Depository Receipt Linkage di Bursa Hongkong (HKEX), Singapura (SGX), dan Thailand (SET).
"BEI juga telah menandatangani MoU dengan HKEX pada 2024 untuk meningkatkan konektivitas dan peluang investasi antara pasar Indonesia dan Hong Kong," ujar Jeffrey.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin sebelumnya Kamis (9/7/2026) mengatakan, "Sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani pada tahun 2024, tahun lalu BEI meluncurkan Unsponsored Depositary Receipts Linkage bersama dengan SGX Group untuk memperluas basis investor dan meningkatkan visibilitas dari Perusahaan Tercatat di panggung global."
Selain Hongkong, BEI diungkap Jeffrey juga sudah merealisasikan pencatatan dual-listing dalam bentuk 3 Depositary Receipt di Bursa Singapura.
Saat ini pembicaraan dengan Stock Exchange of Thailand juga sedang berjalan. Ke depan, BEI menargetkan skema resiprokal. Artinya perusahaan yang tercatat di bursa luar negeri juga bisa tercatat di BEI.
"Nah, tetapi tentu kita harus hati-hati disitu karena ada faktor pengawasan yang harus kita lakukan atas efek yang tercatat di bursa kita," jelas Jeffrey.
Sebagai langkah lanjutan reciprocal listing, BEI sedang tahap finalisasi perjanjian dengan HKEX untuk meluncurkan emitennya ke instrumen investasi derivatif Single Stock Futures (SSF).
Related News
Sejarah Destry dan Aida, Era BI di Tangan Perempuan Segera Menjelang
Danantara Investor Potensial BEI, Bidik Wacana Progresif Terhadap PDB
Review MSCI Agustus Masih Freeze Saham RI, Begini Ungkapan BEI
Tahap Awal Demutualisasi BEI Lewat Private Placement, IPO Menyusul?
Dapat Restu RUPSLB, BEI Tetapkan Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris
Jelang Review MSCI, BEI Optimistis dengan Reformasi Pasar Modal





