IHSG (12/1) Parkir di 8.947 Saat Makan Siang, Saham Emas Kian Ceria
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu menjaga penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Senin (12/1/2026). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat naik 11,209 poin atau 0,13 persen ke level 8.947,963, setelah sempat melaju lebih kencang di awal perdagangan pagi.
Aktivitas transaksi tergolong solid dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp18,6 triliun, sementara nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,45 persen di kisaran Rp16.857 per dolar AS. Pergerakan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menghijau, ditopang sentimen positif dari Wall Street dan bursa Eropa pada akhir pekan lalu.
Dari sisi sektoral, mayoritas indeks mencatatkan penguatan. IDXCYCLICAL menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 2,90 persen, disusul IDXTRANS yang menguat 2,35 persen dan IDXINDUSTRY naik 2,23 persen. Penguatan juga terlihat pada IDXPROPERTY (+1,83 persen) dan IDXBASIC (+1,56 persen).
Sementara itu, beberapa sektor masih bergerak di zona merah, seperti IDXINFRA (-1,06 persen), IDXFINANCE (-0,50 persen), IDXTECHNO (-0,41 persen), IDXHEALTH (-0,04 persen), dan IDXNONCYC (-0,02 persen).
Dari jajaran saham penggerak (movers), emiten berbasis emas menjadi motor utama penguatan IHSG. MDKA melonjak 5,18 persen ke 2.840, ANTM menguat 4,13 persen ke 3.780, serta ARCI naik 3,53 persen ke 1.755. Kenaikan ini sejalan dengan harga emas global yang kembali menembus level all-time high, sehingga menarik minat beli investor pada saham-saham tambang emas.
Begitupun, tekanan datang dari sejumlah saham pemberat (laggards). RAJA terkoreksi 6,17 persen ke 7.600, RATU melemah 5,14 persen ke 9.675, dan CDIA turun 4,00 persen ke 1.560, yang menahan laju IHSG agar tidak menguat lebih agresif.
Related News
BYD Denza D9 Hadiah Utama, KISI Challenge The Next Wave Ditutup Meriah
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Berakhir Flat di Akhir Pekan
IHSG Sesi I Drop ke 8.209, Pasar Dibayangi Teguran S&P soal Fiskal RI
TEI Oktober 2026 Targetkan Transaksi Hingga USD17,5 Miliar
Pertamina Beri Diskon Pembelian Pertamax Green 95 Sampai Maret
Setop Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK





