EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles tajam pada perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks terkoreksi 2,66% atau 218 poin ke level 8.016,83, setelah sepanjang sesi bergerak di zona merah dengan rentang perdagangan di kisaran 8.016–8.133.

Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor. Dari 11 indeks sektoral, 10 sektor ditutup melemah. Sektor barang konsumen non primer menjadi pemberat utama setelah anjlok 7,60%, disusul sektor perindustrian yang merosot 5,95% serta sektor properti dan real estat turun 4,14%. Pelemahan juga terjadi pada sektor infrastruktur yang terkoreksi 4,13%, teknologi 3,77%, barang konsumen primer 3,58%, transportasi 2,74%, keuangan 2,67%, kesehatan 2,16%, dan sektor barang baku turun 0,87%. Di tengah tekanan tersebut, sektor energi menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,54%.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai 56,60 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,84 triliun dan frekuensi 3,65 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 671 saham melemah, hanya 108 saham menguat, dan 41 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat, BBSI melonjak Rp790 ke level Rp5.000 per saham, AADI naik Rp650 ke Rp9.900, serta INDY menguat Rp570 ke Rp4.240 per saham. Sebaliknya, tekanan jual membuat MLPT turun Rp3.075 ke Rp25.000, POLU melemah Rp1.500 ke Rp17.400, dan FILM terkoreksi Rp1.250 ke Rp7.150 per saham.

Dari sisi aktivitas, saham BNBR tercatat paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 278.114 kali dan nilai transaksi Rp1,66 triliun. Selanjutnya MEDC dengan frekuensi 137.509 kali senilai Rp1,8 triliun, serta BUMI sebanyak 117.792 kali dengan nilai transaksi Rp1,3 triliun.