IHSG Ambruk Lagi ke Bawah 6.300, Big Banks hingga BUMI Jadi Pemberat
:
0
Main hall Bursa Efek Indonesia (Foto: EmitenNews.com)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik tertekan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Sempat menembus level 6.400, indeks komposit akhirnya ambruk 107,68 poin atau 1,7% ke level 6.277,04.
IHSG dibuka menguat ke level 6.392,33 dan sempat menyentuh level tertinggi intraday 6.423,88. Namun, tekanan jual mendominasi perdagangan hingga indeks bertahan di zona merah sepanjang hari.
Sebanyak 533 saham berakhir melemah, jauh mengungguli 139 saham yang menguat. Sementara 118 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan volume 33,70 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,16 juta transaksi. Nilai transaksi saham mencapai Rp14,42 triliun.
Saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu sumber tekanan utama. BBRI mencatat nilai transaksi terbesar Rp875,4 miliar, tetapi harganya anjlok 3,64% menjadi Rp3.180.
BBCA menyusul dengan nilai transaksi Rp579,9 miliar dan harga turun 0,4% ke Rp6.200. BMRI mencatat transaksi Rp515 miliar dengan harga melemah 0,95% menjadi Rp4.160, sedangkan BBNI diperdagangkan senilai Rp119,2 miliar dan turun 1,38% ke Rp3.570.
Tekanan juga datang dari sejumlah saham dengan nilai transaksi jumbo. BUMI mencatat transaksi Rp714 miliar, tetapi harganya merosot 4,17% menjadi Rp184. Sementara DSSA diperdagangkan senilai Rp490,7 miliar dan turun 4,39% ke Rp980.
Di jajaran LQ45, Indika Energy (INDY) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 5,13% ke Rp2.590. WIFI menyusul dengan koreksi 4,76% ke Rp1.800, sementara DEWA anjlok 4,4% ke Rp348 per saham.
Related News
Asing Net Sell Rp351 M di Sesi I (22/9), BBRI Paling Banyak Dilepas
IHSG Sesi I (22/9) Ambruk, Sempat Turun 1,67% Imbas Ini
Bursa Pagi Menyala, IHSG Bangkit ke Atas Level 6.400
Asing Kabur, IHSG Kembali Orbit Zona Merah
Minim Sentimen Positif, IHSG Menuju 6.300
Menakar IHSG Jelang RDG BI, Analis Perkirakan Begini





