IHSG Bangkit! Ditutup Lompat 2,52 Persen ke Level 8.122
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Selasa (3/2/2026) berbalik menguat signifikan, setelah sempat tertekan tajam dalam beberapa hari terakhir. Aksi beli yang masif mendorong indeks komposit kembali ke zona hijau.
IHSG ditutup melonjak 199,86 poin atau 2,52% ke level 8.122,59. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran terendah 7.712 dan tertinggi 8.122, mencerminkan kuatnya minat beli pelaku pasar.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan seluruh indeks sektoral. Sektor barang baku memimpin reli dengan lonjakan 6,52%, disusul sektor perindustrian 5,42%, teknologi 4,91%, dan transportasi 4,87%.
Selanjutnya, sektor properti dan real estate menguat 4,85%, energi 4,49%, barang konsumer non primer 2,67%, kesehatan 2,05%, barang konsumer primer 1,36%, dan infrastruktur 0,96%. Sementara itu, sektor keuangan mencatat penguatan paling terbatas sebesar 0,81%.
Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 61,09 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,35 triliun dan frekuensi 3,27 juta kali. Tercatat 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan.
Dari daftar saham teraktif, BUMI memimpin dengan frekuensi 249.585 kali senilai Rp3,2 triliun, diikuti BIPI sebanyak 134.183 kali senilai Rp892 miliar, serta BUVA dengan 99.325 kali transaksi senilai Rp1,15 triliun.
Sementara itu, saham-saham yang mencetak kenaikan harga terbesar antara lain DCII melonjak Rp23.250 ke Rp220.250, POLU naik Rp3.650 ke Rp21.925, dan DSSA menguat Rp3.300 ke Rp90.000 per saham.
Di sisi lain, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam di antaranya SINI turun Rp1.900 ke Rp17.300, FILM melemah Rp1.825 ke Rp10.500, serta MORA terkoreksi Rp1.475 ke Rp8.450 per saham.
Related News
Intip! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Simak! Berikut 10 Top Gainers Pekan ini
IHSG Naik Tipis, Asing Lepas Rp76,15 Triliun
Listing Perdana di 2026, Empat Saham Ini Masuk ISSI
Batal Diakuisisi Meta, Tencent Bidik Manus: Rintisan AI Dari Singapura
Peluang Ekspor: Produk Fesyen RI Siap Tembus Pasar Arab Saudi





