IHSG Bergejolak Jumat Lalu (19/6) Dipicu Review MSCI
:
0
Potret IHSG yang menghijau. Foto: EmitenNews/Aji
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabugan (IHSG) bergerak agresif pada perdagangan Jumat (19/6). Pergerakan tersebut beriringan dengan pengumuman MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis pagi hari.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan indeks terpantau bergejolak sepanjang hari dengan dibuka pada level 6.161,456 dan sempat menyentuh titik terendah di 6.117,309 lalu berbalik hingga mencapai level tertinggi di 6.215,063.
Meski begitu, IHSG berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan tipis 0,08 persen atau 4,798 poin ke level 6.177,139.
Disokong 332 saham yang menguat, nilai transaksi mencapai Rp26,518 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 32,447 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,75 juta kali. Sementera itu, 342 saham melamah, dan 141 saham lainnya stagnan.
Sejumlah saham masuk kategori top gainers kala IHSG bergerak dinamis, yaitu saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin penguatan setelah melonjak 34,29 persen. Kenaikan juga terjadi pada saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) yang melesat 25,00 persen serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang menguat 20,00 persen.
Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi salah satu pemberat indeks setelah terkoreksi 7,19 persen. Pelemahan juga terjadi pada saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang turun 6,70 persen serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang melemah 6,50 persen.
MSCI Soroti Hal Ini
Bersamaan dengan IHSG yang bergejolak, lembaga penyedia indeks global atau MSCI resmi menurunkan peringkat penilaian terhadap pemenuhan kriteria arus informasi (information flow) dalam pasar modal Indonesia.
Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran atas transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi praktik perdagangan terkoordinasi.
“Dalam siklus peninjauan ini, terdapat lebih banyak peningkatan peringkat daripada penurunan di seluruh pasar berkembang, penurunan tersebut disebabkan oleh masalah struktural terkait kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhwatiran perdagangan terkoordinasi,” tulis MSCI dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (20/6).
Related News
Genjot Ekspansi, SOLA Gelontorkan Capex hingga Rp40 Miliar
Saham Grup Barito Tersungkur, BRPT hingga TPIA Terkoreksi
Tanggapi Volatilitas Saham, BOLA Ungkap Divestasi Anak Usaha
BEEF Geser Strategi, Kuatkan Prospek Kinerja dan Valuasi
ASSA Jadwal Dividen 44 Persen Laba, Yield 7,8 Persen
DOSS Tebar Dividen Rp3 per Lembar, Intip Jadwalnya





