IHSG Cenderung Tertahan Pada Resistance 6720, Pantau EMTK, AMAR, AVIA, TKIM dan ASII
EmitenNews.com -IHSG kembali diperdagangkan melemah pada perdagangan kemarin dan tutup melemah ke level 6686 (-0,19%). Pelaku pasar cenderung menanti pidato dari beberapa anggota The Fed terutama ketua The Fed Jerome Powell untuk melihat arah kebijakan bunga selanjutnya. Sementara dari dalam negeri penjualan motor pada bulan May-23 mencatatkan pertumbuhan signifikan mencapai +113,4% YoY.
Beberapa sector yang mengalami pelemahan diantaranya sector technology (-1,07%), sector healthcare (-0,49%) dan sector basic materials (-0,28%). Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp347,14 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing diantaranya adalah BBCA, TLKM, GOTO.
Ayu Dian Research Analyst Reliance Sekuritas menyebutkan secara teknikal, IHSG masih cenderung tertahan diarea resistance 6720, sementara indicator stochastic telah berada diarea overbought dan membentuk death cross. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: EMTK, AMAR, AVIA, TKIM, ASII.
Sementara itu di bursa AS dari ketiga index utama kompak kembali ditutup dizona merah pada perdagangan Jumat. Pasar AS ditutup ditengah hari libur sementara pasar masih akan menanti arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan di zona merah, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 melemah (-0,03%), diikuti index Kospi melemah (-0,31%).
Kemudian dari dalam negeri, IHSG kami perkirakan akan berpotensi diperdagangkan mix cenderung melemah, sementara pasar akan menanti rilis dari US building permint dimana pasar memperkirakan kenaikan menjadi 1,423 juta pada May-23. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6665-6700.
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





