EmitenNews.com - Analis kompak memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan terkoreksi pada perdagangan Jumat (16/10), setelah ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada Kamis kemarin.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan, secara teknikal IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam.

"Sehingga dapat diwaspadai akan adanya koreksi ke rentang 5.744-5.794. Best case, IHSG berpeluang menguat dahulu ke rentang 5.864-5.883," kata Herditya.

MNC Sekuritas menetapkan support di 5.744 dan 5.643, dengan resistance di 6.009 dan 6.216.

Senada, Equity Research Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis T. juga memproyeksi IHSG masih bergerak sideways di kisaran 5.800-6.000.

"Jika IHSG ditutup di bawah level 5.800, maka berpotensi menguji support berikutnya di 5.700/5.650/5.600," tulisnya.

Phintraco menetapkan pivot di 5.900, dengan resistance 6.000 dan support 5.800.

Bayang-Bayang MSCI

Di saat yang sama, tekanan IHSG datang dari pengumuman MSCI yang membuka konsultasi terkait usulan penurunan klasifikasi bursa saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Meski begitu, MSCI masih membuka masukan hingga 30 April 2027. Keputusan akhir akan diumumkan pada atau sebelum 30 Juni 2027.