EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi memasuki fase rebound pada awal Oktober 2026 setelah mengalami tekanan sepanjang September. Founder Astronacci International Gema Goeyardi memperkirakan pekan pertama Oktober dapat menjadi titik awal penguatan baru indeks.

“Pada minggu pertama Oktober ini akan menjadi awal mula kenaikan baru untuk IHSG. Saat mulai rebound fokus pada sektor perbankan dan energi,” ujar Gema.

Gema mengatakan, tekanan IHSG sepanjang September 2026 sejalan dengan analisis yang sebelumnya disampaikannya. Pada 28 September 2026, IHSG ditutup melemah 94,03 poin atau 1,51% ke level 6.147,86.

Sebelumnya, pada 27 Agustus 2026, IHSG masih berada di kisaran 6.500 dan bergerak dalam tren penguatan. Melalui kanal YouTube Astronacci, Gema mengidentifikasi dua area gap yang menjadi perhatian, yakni gap atas di level 6.705 dan gap bawah di level 6.186.

IHSG kemudian mencapai level 6.705 pada 9 September 2026 atau menguat sekitar 5,19% dari posisi sebelumnya. Dengan tercapainya level tersebut, gap atas yang menjadi salah satu acuan analisis dinyatakan telah tertutup.

Setelah itu, IHSG bergerak melemah sekitar 7,83% menuju area gap bawah. Pada 28 September 2026, indeks sempat mencapai level 6.186 sehingga gap bawah yang sebelumnya terbuka juga tertutup.

“Dengan demikian, dua area gap yang diidentifikasi dalam analisis 27 Agustus 2026 telah terealisasi secara bertahap. Level 6.705 tercapai pada 9 September 2026, disusul level 6.186 pada 28 September 2026,” kata Gema dala keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Menurut Gema, pergerakan tersebut menjadi salah satu contoh penerapan metode Eye of Future Astronacci dalam membaca potensi pergerakan pasar. Ia menyebut kesesuaian antara level yang telah diidentifikasi sebelumnya dengan pergerakan aktual menjadi bagian dari penerapan metode tersebut.

Dengan dua area gap tersebut telah tercapai, Gema melihat terdapat peluang bagi IHSG untuk memasuki fase rebound pada awal Oktober. Namun, arah pergerakan indeks tetap akan bergantung pada dinamika pasar dan respons investor terhadap perkembangan ekonomi maupun pasar keuangan.

Dalam skenario rebound tersebut, Gema menyebut sektor perbankan dan energi sebagai sektor yang dapat menjadi perhatian pelaku pasar.