EmitenNews.com - Samuel Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki fase pemulihan di semester II 2026. Dari data bursa, sepanjang Agustus 2026 IHSG mencetak kenaikan 4,64 persen MoM dari posisi 6.236,126 di Juli jadi 6.525,478 di akhir Agustus.

Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim mengatakan terdapat pemulihan IHSG memasuki paruh kedua tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang dapat dicermati investor untuk mendukung pemulihan pasar.

Keduanya yaitu nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan suku bunga. Ia menuturkan, nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun memiliki korelasi negatif yang kuat terhadap IHSG. Dengan kata lain pelemahan rupiah dan kenaikan yield cenderung menekan pasar saham, sementara stabilisasi keduanya dapat membuka ruang bagi pemulihan.

Tae Yong Shim juga menerangkan, secara historis IHSG beberapa kali menunjukkan pemulihan berbentuk V setelah mengalami penurunan tajam. Namun, pemulihan tersebut membutuhkan prasyarat yang jelas dari arah rupiah dan suku bunga.

Menurutnya, tekanan rupiah telah mencapai puncaknya pada semester pertama 2026. Bahkan, data Bloomberg memperkirakan rupiah menguat hingga 2028. Menurut Tae Yong Shim, jika tekanan rupiah mereda, pasar berpotensi mulai memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah.

“Jika pelemahan rupiah sudah melewati titik terburuknya, maka alasan untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi juga menjadi semakin lemah. Ini penting bagi pasar, karena rupiah dan suku bunga merupakan dua prasyarat utama untuk membuka jalan pemulihan IHSG,” ujar Tae yong Shim dalam Media Connect, Jumat (4/9/2026).

Ia juga menyoroti potensi likuiditas yang tercatat di Indonesia mencapai Rp10.371 triliun, atau tumbuh 8 persen YoY. Hal itu mengindikasikan masih besarnya dana yang dapat bergerak ke pasar ketika kepercayaan investor membaik. Selain itu, jumlah investor pasar modal telah melampaui 30 juta investor, sementara investasi institusional dan Danantara dinilai siap masuk ke pasar apabila sinyal bottoming semakin jelas.

Di sisi lain, dari sisi valuasi, Samuel Sekuritas juga menilai IHSG memiliki trailing P/E sekitar 14,2 kali, mendekati level terendah 10 tahun di 12,5 kali dan berada di bawah rata-rata 10 tahun sekitar 20,6 kali. 

“Valuasi pasar saat ini sudah berada di level yang lebih menarik, sementara fundamental korporasi Indonesia masih solid. Dengan rupiah yang lebih stabil, ekspektasi suku bunga yang mereda, likuiditas domestik yang besar, dan asing mulai kembali masuk, kami melihat pemulihan pasar semakin terbuka,” ujar Tae Shim.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang 40-45 persen ditutup positif di September 2026. Posisi tersebut, lebih tinggi dibanding rata-rata probabilitas historis 33 persen sepanjang 2017-2026.