IHSG Diramal Menguat, Ini Rekomendasi Saham BIRD, SSIA, MFIN, HRTA dan MTEL
EmitenNews.com -Pada perdagangan Senin (22/1), Bursa Wallstreet ditutup menguat didorong penguatan saham-saham chip dan mega caps AS. Bursa saham Asia ditutup variatif setelah PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman tetap pada level 3.45% (1 tahun) dan 4.2% (5 tahun). Selain itu pelaku pasar menanti rilis data PCE AS.
Harga minyak mentah ditutup menguat setelah serangan drone Ukraina menyerang terminal bahan bakar Novatek Russia. Selain itu cuaca dingin ekstrem di AS menghambat produksi minyak mentah AS turut mendorong penguatan harga minyak.
IHSG ditutup mixed pada perdagangan Senin (22/1), indeks penopang IDXFIN (+1.5%) dan IDXINFRA (+0.97%). Asing mencatatkan Nett Sell 308 Milyar.
“Diperkirakan hari ini Selasa (23/1) IHSG berpotensi menguat dengan range 7150-7350 sektoral yang dapat diperhatikan Tower, Transportation, Property, dan Multifinance,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
BIRD Terbentuk Throwback berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 1700- 1800. Stoploss jika Closing di bawah level 1685.
SSIA Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 410-420. Stoploss jika Closing di bawah level 390.
MFIN Terbentuk Bull Flag berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 3100- 3200. Stoploss jika Closing di bawah level 2950.
HRTA Berpotensi terjadi Break Out Channel. Area beli terbaik pada range 380-400. Stoploss jika Closing di bawah level 360.
MTEL Berada di Bottoming Area berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 670-700. Stoploss jika Closing di bawah level 660.
Related News
Sukuk Wakalah CNAF Kembali Meluncur, Imbal Hasil hingga 5,45 Persen
IHSG Tancap Gas ke 8.290, Sektor Energi dan Konsumer Pimpin Reli
Hashim Semprot OJK-BEI, Presiden Marah Soal Rasio Saham Kelewat Ngawur
IHSG Tembus 8.262 di Sesi I (11/2), Saham Konglo Naik Panggung!
Pemanfatan Hidrogen Masih Didominasi Untuk Bahan Baku Pupuk
Menperin Sudah Copot Jabatan Tersangka Penyimpangan Ekspor CPO





