IHSG Ditutup Jadi Turun 0,06 Persen, ITMG, TPIA, JPFA Top Gainers LQ45

EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan sore hari ini Selasa (12/7) jadi turun tipis 0,06% atau 3,85 poin ke level 6.718,29. Pdahal penutupan jeda siang hari ini sempat naik 0,14% ke level 6.731,689
Pelemahan terseret indeks sektor kesehatan yang turu 0,58%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,33%. Sektor properti dan real estat turun 0,21%. Sektor infrastruktur turun 0,20%. sektor perindustrian turun 0,19%. Sektor teknologi turun 0,13%.
Hingga penutupan sore hari ini transaksi bursa mencapai 20,66 miliar saham dengan nilai total Rp 9,36 triliun. Sebanyak 273 saham menguat, 220 saham yang turun harga dan 196 saham stagnan.
Top gainers LQ45 hari ini Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 6,14%, Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) 3,72, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 3,52%
Sedangkan Top losers LQ45, Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) -2,38%, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) -2,37%, Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) -1,79%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya ITMG sebesar Rp1.925 menjadi Rp33.300 per lembar dan LPGI sebesar Rp1.000 menjadi Rp5.750 per lembar serta DCII sebesar Rp650 menjadi Rp41.650 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya BYAN sebesar Rp500 menjadi Rp72.000 per lembar dan TECH sebesar Rp425 menjadi Rp7.500 per lembar serta ARTO sebesar Rp475 menjadi Rp8.725 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya WIFI kali sebanyak 34.446 kali senilai Rp109,4 miliar kemudian BRIS sebanyak 31.865 kali senilai Rp213,2 miliar dan ATAP sebanyak 28.824 kali senilai Rp12,7 miliar.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker