EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan dan ditutup melemah 34,2 poin atau 0,55% ke level 6.220,74 pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Sepanjang hari, level terendah IHSG berada di 6.179,66 dan sempat mencapai level tertinggi intraday di 6.377,96 pada perdagangan pagi.

Di tengah tingginya aktivitas transaksi pasar, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan karena mengalami tekanan jual.

Fenomena tersebut terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang mencatat nilai transaksi Rp1,9 triliun, namun harganya justru anjlok 5% ke level Rp1.995 per saham.

Tekanan juga menjalar ke saham-saham lain dalam ekosistem bisnis Prajogo Pangestu. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di indeks LQ45 setelah turun 6,71% ke Rp695 per saham, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,8% ke level Rp1.685.

Pelemahan juga dicatat Petrosea (PTRO) sebesar 5,84% ke Rp4.190, Chandra Daya Investasi (CDIA) merosot 4,17% ke Rp690, dan Barito Renewables (BREN) yang turun paling dalam 12% ke Rp3.740 per saham.

Meski demikian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi primadona pasar dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp3 triliun. Sayangnya, dominasi transaksi pada saham perbankan ini belum cukup kuat untuk menopang laju indeks agar bertahan di zona hijau.

Sepanjang perdagangan, pasar mencatat nilai transaksi sebesar Rp24,7 triliun dengan volume mencapai 34,1 miliar saham. Sebanyak 391 saham terkoreksi, 288 saham menguat, dan 137 saham bergerak stagnan.