EmitenNews.com - Kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok ke level 5.185,105 atau -14,91% dari 6.093,759 dalam sepekan, Founder Republik Investor, Hendra Wardana mengingatkan investor tidak terburu-buru membeli saham hanya karena harganya telah turun tajam. 

Lebih jauh dari itu, investor sebaiknya mengutamakan perlindungan modal dan menjaga likuiditas.

Sebab, saham berfundamental kuat tetap layak dievaluasi, tetapi keputusan investasi perlu mempertimbangkan prospek laba, arus kas, tingkat utang, dan kemampuan perusahaan menghadapi perlambatan ekonomi. 

Hendra menyarankan, pembelian dapat dilakukan secara bertahap setelah muncul tanda stabilisasi, dengan tetap memperhatikan toleransi risiko masing-masing investor. 

“Menurut saya, persoalan utama IHSG saat ini bukan sekadar seberapa jauh indeks akan turun, melainkan seberapa cepat kepercayaan investor dapat dipulihkan,” ujar Hendra kepada EmitenNews, Jumat (16/10/2026) petang.

Pasalnya, pekan depan, volatilitas IHSG diperkirakan masih akan tinggi dan risiko tekanan lanjutan tetap terbuka.

Karena itu, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama juga menyarankan investor lebih fokus pada saham dengan fundamental kuat, arus kas sehat, valuasi yang wajar, serta likuiditas perdagangan yang memadai. 

Elandry menilai, sektor perbankan besar, consumer staples, dan telekomunikasi dapat masuk radar untuk dicermati, tetapi tetap perlu seleksi ketat karena tekanan pasar masih bisa menyeret saham berkualitas sekalipun. 

“Untuk pekan depan, saya lebih menyarankan pendekatan wait and see, pembelian bertahap, dan menghindari penggunaan margin berlebihan. Dalam kondisi market sentiment yang rapuh, menjaga modal dan disiplin terhadap risiko lebih penting daripada mengejar rebound secara agresif,” ujarnya.