EmitenNews.com - Layar bursa memerah tebal pada Jumat (5/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terjun bebas 245,019 poin atau 4,20 persen ke level 5.594,76. Itu menjadi titik terendah indeks sejak 19 Mei 2021, atau dalam lima tahun terakhir. 

Di balik kejatuhan pasar, jejak investor asing justru bercerita lain. Data perdagangan Jumat (5/6) mencatat asing masih agresif bertransaksi. Total foreign buy hari ini menyentuh Rp16,91 triliun, berhadapan dengan foreign sell Rp20,64 triliun. Hasilnya, net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp3,73 triliun.

Rinciannya, pasar reguler mencatat net sell Rp3,72 triliun dan pasar tunai & nego Rp12,40 miliar. Secara porsi nilai, transaksi asing mendominasi 59,18 persen, jauh di atas domestik yang 40,82 persen.

Dari sisi volume, asing membukukan pembelian 16,51 miliar lembar saham dan penjualan 18,36 miliar lembar. Aktivitas mereka tercatat 385,22 ribu kali aksi beli berbanding 769,70 ribu kali aksi jual. Meski arus keluar tetap deras, akumulasi pembelian di saham-saham tertentu tak terbendung.

Data Kiwoom Sekuritas mengonfirmasi, tekanan jual asing sepanjang 2026 kini sudah menembus Rp72,21 triliun. Namun anomali terjadi saat pasar panik hari ini. Di tengah aksi lego besar-besaran, asing justru masuk dan menyapu bersih sejumlah saham diskon.

10 Saham Paling Banyak Diborong Asing Saat IHSG Longsor Jumat (5/6/2026):

1. PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) Rp21,4 miliar

2. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp19,0 miliar  

3. PT Timah Tbk. (TINS) Rp15,3 miliar

4. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) Rp14,2 miliar