EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Indeks komposit turun 27,28 poin atau 0,37% ke level 7.362,11. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 7.323 hingga 7.436.

Pelemahan indeks terutama dipicu oleh penurunan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia. Tekanan terbesar datang dari sektor barang baku yang terkoreksi 1,44%, diikuti sektor properti yang melemah 1,38% serta sektor infrastruktur yang turun 1,08%.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yakni sektor teknologi yang naik 0,91% serta sektor keuangan yang menguat tipis 0,03%.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai. Total volume transaksi di bursa mencapai 26,81 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp13,38 triliun dari 1,61 juta kali transaksi.

Pergerakan saham menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan dengan 211 saham menguat, 461 saham melemah, dan 149 saham bergerak stagnan.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan, di antaranya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang naik Rp13.000 menjadi Rp218.000 per saham, kemudian saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat Rp1.475 ke Rp27.725, serta saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik Rp975 menjadi Rp29.975 per saham.

Sebaliknya, penurunan harga terdalam dialami saham PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) yang turun Rp900 ke Rp16.000 per saham, diikuti saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi Rp2.150 menjadi Rp75.600, serta saham PT Pakuan Tbk (UANG) yang turun Rp520 ke Rp3.790 per saham.

Sementara itu, saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi 61.238 kali transaksi senilai Rp829 miliar, diikuti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 40.924 transaksi senilai Rp373 miliar, serta PT Kuasa Inti Energi Tbk (KUAS) dengan 33.900 transaksi senilai Rp72,1 miliar.