IHSG Masih Downtrend, Support Berikutnya di 5.800
:
0
Mainhall BEI.
EmitenNews.com - Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebut pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.
Didit, begitu ia disapa, mengatakan koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini dipicu pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin mendekati nilai psikologis Rp18.000.
“Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas,” ujar Didit, Rabu (3/6/2026).
Senada, Direktur Infovesta Wawan Hendrayana menilai kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah juga turut mendorong persepsi negatif oleh pasar di saat katalis positif terbatas.
Di samping itu, melemahnya rupiah berpengaruh terhadap kebutuhan USD yang terus meningkat, terutama impor energi oleh pemerintah Indonesia.
“Prediksi saya sebelumnya suport 6.000 sudah tertembus, secara teknikal support berikutnya di 5.800, sepanjang ini tidak tertembus, ada harapan di minggu ini kembali terjadi teknikal rebound ke 6.000 kembali,” tuturnya.
Selain nilai tukar rupiah yang melemah terhadap USD, penyusutan surplus neraca perdagangan per April 2026 pada USD89,1 juta sebagai yang terendah dalam enam tahun terakhir.
Hal itu menunjukkan adanya perlambatan dari kontibusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG.
“Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mencermati dan bersiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta.
Untuk diketahui, berdasarkan pantauan melalui RTI Business, IHSG terus mengalam tren pelemahan. Sekitar pukul 15.34, IHSG masih terkoreksi 4,66 persen atau turun 288,846 poin ke level 5.906,580. Bahkan, sepanjang perdagangan intraday, indeks sempat ambles 5,17 persen atau 320,469 poin ke level 5.874,958.
Related News
Cetak Kinerja Positif, Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Rp40 per Saham
Emiten Ritel Lippo (MPPA) Buka Peluang Kerja Sama Koperasi Merah Putih
Kokoh Exa (KOCI) Tabur Dividen Minimalis, Cek Besaran dan Jadwalnya
Jelang RUPST, Morgan Stanley Borong Saham AMRT Rp206,18 Miliar!
Saham NPGF Terbang 137 Persen, Rumor Akuisisi Disorot Pasar
SULI Keteteran Biayai Operasional Efek Revenue Anjlok, Sahamnya Ambles





